Banten

Warga Histeris! 50 Bus PO Sinar Jaya di Bekasi Ludes Terbakar, Jilatan Api Nyaris Lahap Permukiman

Abdurahman | 19 Agustus 2026, 15:25 WIB
Warga Histeris! 50 Bus PO Sinar Jaya di Bekasi Ludes Terbakar, Jilatan Api Nyaris Lahap Permukiman
insiden kebakaran besar yang terjadi pada pangkalan PO Sinar Jaya di Bekasi, Jawa Barat (Instagram.com/@mekarhuripnursery)

AKURAT BANTEN— Suasana malam yang tenang mendadak berubah mencekam di Jalan Jarakosta, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Insiden kebakaran hebat melanda pangkalan Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya pada Selasa (18/8/2026) malam, memicu kepanikan massal setelah kobaran api yang menjulang tinggi nyaris merembet ke kawasan permukiman warga.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, laporan darurat diterima petugas pada Rabu (19/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.

Tanpa buang waktu, armada pemadam langsung meluncur ke lokasi dan tiba 15 menit kemudian untuk menjinakkan amukan si jago merah.

Baca Juga: Adu Argumen Panas di PN Jaksel: Polri dan Kejagung Kompak Minta Gugatan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditolak

Aksi Heroik Damkar Jinakkan Api di Tengah Kepanikan Warga

Petugas keamanan (sekuriti) pangkalan menjadi orang pertama yang memergoki kemunculan api.

Saat melaksanakan patroli rutin malam itu, ia terkejut mendapati titik api sudah berkobar besar di bagian tengah area parkir kendaraan.

Kalau kita ngobrol sama sekuriti itu ketika dia kontrol atau patroli, api memang sudah besar di posisi di tengah itu. Tengah parkir bus, ungkap Danru Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Bohir, Rabu (19/8/2026).

Situasi di lapangan kian pelik lantaran lokasi pangkalan yang berdampingan langsung dengan rumah-rumah penduduk.

Radiasi panas yang begitu ekstrem membuat warga sekitar histeris dan berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.

Menghadapi situasi kritis tersebut, petugas Damkar terpaksa membagi strategi penanganan menjadi dua arah sekaligus: memadamkan api dari dalam area pangkalan sambil secara paralel melindungi sisi permukiman warga agar tidak ikut tersambar.

Baca Juga: Bikin Heboh Istana! Cuma Ada Satu di Dunia, Tas Eksklusif Chanel Métiers d'Art yang Dijinjing Iriana Jokowi

50 Bus Ludes Menjadi Arang

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, merinci bahwa amukan api melahap area pangkalan seluas kurang lebih 800 meter persegi.

Banyaknya unit kendaraan yang terparkir membuat material mudah tersulut dan mempercepat eskalasi api.

Kebakaran berasal dari pangkalan mobil bus. Sebanyak 50 bus yang sudah tidak beroperasi dilaporkan terbakar dalam kejadian tersebut, tegas Adeng Hudaya dalam keterangan resminya.

Sebanyak 9 armada pemadam kebakaran dari berbagai sektor dikerahkan secara maksimal.

Setelah berjibaku menghadapi medan yang sulit—termasuk kendala jarak sumber air yang mengharuskan petugas mengambil pasokan dari Kalimalang—api akhirnya berhasil dikuasai setelah 5 jam operasi pemadaman intensif.

Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan sterilnya lokasi dari potensi titik api susulan.

Baca Juga: Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'

Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa, Polisi Turun Tangan

Di tengah kerugian material yang ditaksir cukup besar dan masih dalam proses pendataan, angin segar datang dari kepastian keselamatan manusia.

Pihak Damkar memastikan bahwa insiden dahsyat ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Kendati demikian, misteri di balik sumber awal api masih menyisakan tanda tanya besar.

Aparat kepolisian bersama tim investigasi Dinas Damkar kini tengah bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan intensif guna menguak penyebab pasti di balik musibah kebakaran pangkalan bus tersebut.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman