Trump Klaim Iran Tak Akan Tarik Biaya di Selat Hormuz, Ada Kesepakatan Besar di Baliknya?

AKURAT BANTEN - Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa Iran telah memberi kepastian kepada AS terkait aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Menurutnya, meski muncul berbagai informasi yang disebutnya sebagai berita palsu, Teheran tidak akan mengenakan biaya transit, biaya asuransi, maupun pungutan lainnya kepada kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.
"Iran telah memberi tahu AS bahwa, terlepas dari berita palsu yang beredar, Iran tidak akan menuntut atau memungut biaya transit, biaya asuransi, atau biaya lainnya untuk kapal yang melewati Selat Hormuz," tulis Presiden Trump di media sosial.
Trump menegaskan bahwa apabila pernyataan yang disampaikannya ternyata tidak benar, maka proses negosiasi akan segera dihentikan.
Baca Juga: Rusia Minta Trump Jelaskan Langkah AS di Ukraina Setelah KTT G7, Lavrov Ungkap Hal Ini
Selain itu, Trump juga menjelaskan bahwa AS tidak berencana memberikan uang tunai kepada Iran.
Sebagai gantinya, Washington akan membuka akses terhadap sebagian aset Iran yang saat ini berada dalam kendalinya.
"Kami akan melepaskan sebagian aset mereka, yang saat ini berada di bawah kendali penuh kami, kepada petani dan peternak AS untuk membeli jagung, gandum, kedelai, dan komoditas lainnya. Iran sangat membutuhkan makanan, dan kami akan membelinya untuk mereka, secara eksklusif dari AS," tambahnya.
Di sisi lain, Iran bersama Oman pada 23 Juni menyatakan akan melakukan pembahasan terkait kemungkinan biaya yang dapat dikenakan di Selat Hormuz.
Kedua negara juga kembali menegaskan hak kedaulatan mereka terhadap jalur laut penting yang menjadi salah satu rute perdagangan energi dunia tersebut.
Dalam pernyataan bersama, Iran dan Oman "sepakat untuk mempertahankan dialog mengenai masalah ini melalui kelompok kerja bersama antara kedua kementerian luar negeri."
Sebelum menerapkan kebijakan apa pun, Oman mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk menentukan rute pelayaran sementara bagi kapal yang hendak melewati Selat Hormuz.
Kapal yang membutuhkan akses melalui jalur alternatif tersebut diwajibkan melakukan koordinasi dengan IMO berdasarkan titik koordinat yang telah dikeluarkan oleh organisasi tersebut bersama otoritas Oman.
Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran navigasi di Selat Hormuz, sekaligus memastikan kebebasan pelayaran sesuai aturan hukum internasional dan Hukum Laut yang menjamin hak kapal untuk melintas tanpa adanya kewajiban membayar biaya transit.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Hasyim Bongkar Alasan Denny Gugat Gibran di MK, Ternyata Singgung Roy Suryo
- 10Jimly Asshiddiqie Soroti Polemik Ijazah Gibran, Ungkap Mekanisme Jika Wapres Diberhentikan






