Penculikan Nekat di Kawasan Super Aman PIK: Korban Lansia 70 Tahun Masih Trauma Keluar Sendirian

AKURAT BANTEN – Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, selama ini dikenal sebagai salah satu pemukiman paling elite dengan sistem keamanan berlapis dan super aman.
Namun, reputasi tersebut mendadak diguncang oleh sebuah aksi kriminalitas nekat yang menimpa seorang lansia berinisial GH (70).
Meski peristiwa mencekam itu terjadi pada Mei 2026 lalu, bayang-bayang ketakutan belum juga beranjak dari benak sang kakek.
Luka fisik akibat pergulatan mungkin perlahan membaik, namun trauma psikologis yang ditinggalkan teramat mendalam.
Hingga pertengahan Juni 2026, GH dilaporkan masih mengurung diri.
Jalanan kompleks yang biasanya menjadi tempatnya menghirup udara segar setiap pagi, kini berubah menjadi tempat yang paling ia takuti.
Korban masih trauma dan takut jika keluar rumah sendirian, ungkap Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, Selasa (16/6/2026).
Menyikapi kondisi psikologis korban yang terguncang, pihak kepolisian terus memberikan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi mental GH, sekaligus memperketat patroli di kawasan yang dikenal steril tersebut.
Baca Juga: GEGER! Saling Sentil Menteri HAM vs Komnas HAM Soal Makan Gratis: Pelanggaran atau Pemenuhan Hak?
Detik-Detik Menegangkan di Balik Dinding Keamanan PIK
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 06.55 WIB. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menjadi bukti krusial kepolisian, sebuah mobil misterius terlihat sudah mengintai dan membuntuti langkah kaki GH sejak ia keluar dari gerbang rumahnya.
Suasana sepi pagi hari di kawasan elite tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku.
Sebuah mobil tiba-tiba menepi, dan seorang pria berbadan tegap langsung turun menyergap GH.
Tanpa basa-basi, pelaku berusaha menyeret tubuh ringkih sang kakek masuk ke dalam kabin mobil.
Namun, di luar dugaan pelaku, kakek 70 tahun ini memberikan perlawanan sengit.
Rekaman CCTV memperlihatkan momen dramatis saat GH bergelut hebat dengan pelaku di atas aspal jalanan kompleks.
Tarik-menarik tak terhindarkan hingga keduanya sempat terjatuh.
Sambil mempertahankan diri dari cengkeraman pelaku, GH berteriak histeris meminta pertolongan.
Pekikan keras sang kakek di tengah keheningan pagi rupanya membuat nyali para pelaku menciut.
Takut aksi nekat mereka memancing perhatian sekuriti patroli dan warga sekitar, pelaku akhirnya melepaskan cengkeramannya, masuk kembali ke mobil, dan tancap gas melarikan diri.
Baca Juga: Eksklusif! Megawati Harus Waspada, Ini Alasan Jaket PSI Jokowi Bisa Gembosi Suara PDIP Komat-Kamit!
Motif Asmara yang Salah Sasaran: Balas Dendam Sang Mantan
Misteri di balik alasan komplotan penjahat nekat menyusup dan melakukan penculikan di kawasan sekuriti ketat seperti PIK akhirnya terkuak.
Dua pelaku utama, berinisial CW (31) dan FAP (26), berhasil diringkus oleh aparat kepolisian.
Bukan karena motif tebusan uang atau perampokan harta, aksi nekat ini ternyata bersumber dari dendam asmara yang kelam.
Bukan Karena Harta: CW, yang menjadi otak dari kejahatan ini, mengaku sakit hati mendalam lantaran jalinan asmaranya dengan anak perempuan korban kandas di tengah jalan. Hubungan mereka terganjal tembok besar: tidak mendapat restu dari keluarga GH. Bukannya introspeksi diri, CW justru gelap mata dan merancang rencana matang untuk menculik sang kakek sebagai bentuk aksi balas dendam yang keji.
Kini, akibat ambisi buta dan dendam asmaranya yang keliru, CW dan rekannya FAP harus mendekam di balik jeruji besi.
Mereka bersiap menghadapi ancaman hukuman berat atas kasus percobaan penculikan berencana.
Sementara itu, bagi GH dan keluarganya, memulihkan rasa aman di dalam rumah mereka sendiri—di tengah kawasan yang katanya super aman—masih menjadi perjuangan panjang yang harus mereka lalui setiap hari.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan





