Prabowo Resmikan Era Baru Ekspor Komoditas, Danantara Awasi Perputaran Miliaran Dolar

AKURAT BANTEN - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip transparansi dalam pengelolaan perusahaan negara yang nantinya akan menjadi satu-satunya eksportir berbagai komoditas strategis.
Komitmen ini disampaikan seiring dimulainya masa transisi menuju sistem ekspor terpusat pada Senin, yang mencakup komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy.
Pada 20 Mei lalu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia akan memusatkan pengelolaan ekspor seluruh komoditas strategis melalui badan usaha milik negara baru bernama Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Perusahaan tersebut akan berada di bawah pengawasan dana kekayaan negara Danantara sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam nasional.
Baca Juga: Ledakan Dahsyat Diduga Bom Perang Dunia II di Papua, 5 Orang Tewas dan 19 Luka
Langkah ini dirancang untuk meningkatkan penerimaan negara melalui perbaikan sistem pengawasan ekspor.
Pemerintah menilai kebijakan tersebut dapat menekan praktik penggelapan faktur dan transfer pricing yang selama ini berpotensi mengurangi pendapatan pajak.
Selain itu, hasil penerimaan dari ekspor diharapkan tetap berputar di dalam negeri guna memperkuat cadangan devisa dan menjaga ketersediaan dolar AS, terutama setelah nilai tukar rupiah beberapa kali menyentuh rekor terendah sepanjang tahun ini.
Direktur Operasional Danantara, Dony Oskaria, menegaskan dalam konferensi pers pada Minggu bahwa DSI akan menjalankan operasional perusahaan dengan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.
Baca Juga: Studi 10 Tahun Ungkap Rahasia Migrasi Hiu Paus, Indonesia Ternyata Jadi Benteng Terakhirnya
Hal itu termasuk dalam proses penetapan harga acuan komoditas selama periode peralihan menuju sistem baru tersebut.
"Kami akan memastikan bahwa perusahaan ini dijalankan secara transparan dan dapat dipantau oleh semua orang di Indonesia," kata Oskaria.
Indonesia saat ini tercatat sebagai eksportir terbesar dunia untuk batu bara termal, minyak sawit, dan nikel.
Nilai ekspor dari berbagai komoditas unggulan tersebut mencapai lebih dari 65 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu, menjadikannya salah satu sumber utama devisa negara.
Danantara juga memastikan akan tetap menghormati berbagai kontrak jangka panjang yang telah berjalan.
Namun demikian, perusahaan akan melakukan evaluasi terhadap skema harga dalam kontrak-kontrak tersebut guna memastikan nilainya tidak berada di bawah harga pasar yang berlaku.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Gibran? Prabowo Disebut Punya 4 Kandidat Cawapres, Ada Nama Mengejutkan
- 2Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 3Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
- 6Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Dokumen Pendidikan Gibran, Ada Keterangan yang Dipertanyakan
- 7Langit Malam 14 September Bikin Geger, Bulan dan Venus Ternyata Punya 'Pertunjukan' Khusus
- 8Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 9Roy Suryo Minta Rp206 Juta, Hakim Cuma Beri Rp5 Juta! Responsnya Bikin Kaget
- 10Life Jacket Bertuliskan KM Samudera Pratama Ditemukan di Selat Sunda







