Heboh Indonesia Punya Jalur Internet Baru ke Papua Nugini Lewat Kabel Bawah Laut Puk-Puk 1

AKURAT BANTEN - Indonesia resmi mengoperasikan Sistem Kabel Bawah Laut Pukpuk (Puk-Puk 1), yakni kabel bawah laut lintas negara pertama yang secara langsung menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini.
Kehadiran jaringan ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas digital sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur telekomunikasi di kawasan Asia-Pasifik.
PT Telkom Indonesia menjelaskan bahwa sistem kabel tersebut menghubungkan Jayapura di Provinsi Papua dengan Vanimo di Papua Nugini secara langsung.
Infrastruktur tersebut juga menjadi sistem kabel lintas batas pertama di Asia-Pasifik yang mengintegrasikan jaringan telekomunikasi Indonesia dan Papua Nugini tanpa perantara.
Baca Juga: Jokowi Siap Tur Politik ke Indonesia Timur, Relawan Ungkap Kondisi Terbaru
Perusahaan telekomunikasi pelat merah itu menambahkan, stasiun pendaratan kabel di Jayapura yang dikelola oleh anak usaha internasionalnya, Telin, kini berperan sebagai gerbang konektivitas menuju Kumul Telkom Holdings Papua Nugini.
Melalui jalur tersebut, kapasitas dari sistem kabel internasional SEA-AS dapat disalurkan hingga ke sejumlah wilayah terpencil di Papua Nugini lewat Vanimo.
Dengan beroperasinya sistem kabel itu, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional independen."
Rute pertama menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua, sedangkan rute kedua menghubungkan Vanimo di Papua Nugini ke Jayapura, dan selanjutnya ke Manado dan Los Angeles di Amerika Serikat melalui kabel SEA-US.
Baca Juga: Indonesia Catat Sejarah Baru, Drone Kargo HY100 Resmi Kantongi Sertifikat Operasi
Peresmian sistem kabel bawah laut tersebut dilakukan pada Jumat di Telkom Witel Jayapura, Papua. Acara itu dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Angga Raka Prabowo, Presiden Direktur Telkom Indonesia Dian Siswarini, serta sejumlah pejabat dari Indonesia dan Papua Nugini.
Telkom menegaskan bahwa proyek ini turut memperkuat ketahanan infrastruktur digital di Papua melalui penyediaan "jalur diversifikasi" alternatif.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga layanan telekomunikasi tetap stabil, aman, dan andal di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'









