WHO Kejar Jejak Hantavirus hingga Pesawat Penumpang, Puluhan Orang dalam Pengawasan Ketat

AKURAT BANTEN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini memperluas investigasi terkait penyebaran hantavirus yang sebelumnya terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius, setelah potensi paparan baru ditemukan dalam sebuah penerbangan internasional.
Penyakit yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus kepada manusia ini memicu perhatian global usai seorang perempuan asal Belanda yang terinfeksi ikut dalam penerbangan dari Pulau Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan.
Penerbangan yang berlangsung pada 25 April 2026 tersebut dioperasikan maskapai Airlink dengan total 82 penumpang serta enam awak kabin di dalamnya.
Baca Juga: Terkuak Dugaan Santriwati Hamil di Ponpes Pati, Korban Disebut Dipaksa Menikah hingga Berulang Kali
WHO menilai situasi ini berisiko karena korban berada dalam kondisi kesehatan yang terus menurun selama perjalanan udara berlangsung.
Wanita tersebut diketahui sebelumnya turun dari kapal pesiar sehari sebelum penerbangan dengan gejala gangguan pencernaan.
Kondisinya semakin serius saat berada di pesawat hingga akhirnya meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit Johannesburg pada 26 April 2026.
Hasil pemeriksaan laboratorium yang keluar pada 4 Mei 2026 mengonfirmasi bahwa perempuan tersebut positif terjangkit hantavirus.
Fakta ini mendorong WHO untuk segera memulai pelacakan kontak terhadap seluruh penumpang dan kru yang berada dalam penerbangan tersebut.
"Pelacakan kontak terhadap para penumpang dalam penerbangan tersebut telah dimulai," demikian pernyataan resmi WHO.
Baca Juga: Terkuak Dugaan Santriwati Hamil di Ponpes Pati, Korban Disebut Dipaksa Menikah hingga Berulang Kali
Kasus ini semakin menjadi sorotan karena suami korban, yang juga warga Belanda, lebih dulu meninggal saat masih berada di atas kapal pesiar MV Hondius.
Penyebab kematiannya kemudian dipastikan berkaitan dengan infeksi hantavirus.
Rangkaian kematian pasangan ini memperkuat dugaan bahwa wabah di kapal pesiar tersebut memiliki dampak lebih luas dibanding perkiraan awal.
Baca Juga: Skema Pembayaran PKB Banten Dinilai Cacat Administrasi, Ini Penjelasan Wagub
Pihak otoritas kesehatan Afrika Selatan kini meminta Airlink untuk segera menghubungi seluruh penumpang penerbangan tersebut.
Mereka diminta melapor ke departemen kesehatan setempat guna menjalani evaluasi medis lebih lanjut.
Perwakilan Airlink, Karin Murray, menyampaikan bahwa maskapai sedang menjalankan instruksi dari pemerintah kesehatan untuk mempercepat proses identifikasi penumpang yang berpotensi terpapar.
Baca Juga: Terkuak Dugaan Santriwati Hamil di Ponpes Pati, Korban Disebut Dipaksa Menikah hingga Berulang Kali
MV Hondius sendiri sebelumnya berlayar dari Argentina menuju Cape Verde di Afrika Barat.
Namun, otoritas Cape Verde menolak kapal tersebut bersandar sebagai langkah pencegahan.
Spanyol kemudian mengizinkan kapal itu berlabuh di Kepulauan Canaria.
Selain dua korban dari Belanda, seorang wisatawan asal Jerman juga meninggal dunia setelah berada di kapal yang sama.
Meski demikian, status kasus warga Jerman itu masih dikategorikan sebagai suspek sambil menunggu hasil akhir pemeriksaan.
WHO juga tengah mendalami kemungkinan terjadinya penularan antarmanusia, meskipun hantavirus selama ini lebih dikenal menyebar melalui paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
Meluasnya penyelidikan ini menandai keseriusan ancaman wabah, terutama dalam lingkungan tertutup seperti kapal pesiar dan kabin pesawat.
Kasus ini menjadi peringatan internasional bahwa mobilitas global dapat mempercepat penyebaran penyakit menular jika tidak ditangani secara cepat dan terkoordinasi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









