Puluhan Mahasiswi Unri Laporkan Dugaan Pelecehan oleh Dokter Kampus, Terduga Langsung Dinonaktifkan

AKURAT BANTEN - Dunia pendidikan tinggi kembali diguncang kasus serius terkait dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.
Kali ini, sorotan tertuju pada Universitas Riau setelah puluhan mahasiswi melaporkan tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh seorang dokter pria yang bertugas di Klinik Pratama Unri Sehati 1.
Jumlah korban yang melapor disebut terus bertambah, dengan total sementara mencapai 30 orang.
Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usulan Gerbong Khusus Perempuan di Tengah KRL, Tuai Sorotan Publik
“Sejauh ini sudah diterima 30 orang yang melapor, proses masih berjalan sesuai prosedur,” ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Universitas Riau, Armia.
Laporan tersebut kini tengah ditangani oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Riau.
Sebagai langkah cepat, pihak universitas memutuskan untuk menonaktifkan sementara dokter yang menjadi terduga pelaku sejak 27 April 2026.
Kebijakan ini dilakukan guna memastikan proses investigasi berjalan tanpa hambatan sekaligus memberikan rasa aman kepada korban.
Armia menegaskan bahwa kampus juga memberikan dukungan penuh bagi para korban yang ingin membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kalau soal melapor ke polisi itu hak korban. Satgas PPKPT sifatnya mendampingi jika ada korban yang ingin melapor,” katanya.
Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usulan Gerbong Khusus Perempuan di Tengah KRL, Tuai Sorotan Publik
Kasus ini mulai menjadi perhatian luas publik setelah salah satu korban membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya melalui media sosial.
Dalam pengakuannya, korban mengungkap bahwa saat memeriksakan kondisi asam lambung, dirinya justru diminta membuka bagian atas bajunya sebelum dilakukan pemeriksaan yang dianggap melewati batas kewajaran.
“Aku asam lambung, tapi disuruh buka kancing baju paling atas, diperiksa pakai stetoskop, terus diraba dada,” tulis korban.
Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usulan Gerbong Khusus Perempuan di Tengah KRL, Tuai Sorotan Publik
Kesaksian tersebut memicu gelombang pengakuan serupa dari mahasiswi lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.
Pihak universitas menyatakan berkomitmen menangani kasus ini secara serius sesuai prosedur yang berlaku.
“Satgas PPKPT Universitas Riau telah menerima laporan dan segera melakukan proses penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas Armia.
Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usulan Gerbong Khusus Perempuan di Tengah KRL, Tuai Sorotan Publik
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan pelecehan seksual di institusi pendidikan dan menjadi pengingat pentingnya perlindungan maksimal bagi mahasiswa di lingkungan akademik.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bukan Gibran? Prabowo Disebut Punya 4 Kandidat Cawapres, Ada Nama Mengejutkan
- 2Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 3Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 4Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
- 5Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 6Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 7Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Dokumen Pendidikan Gibran, Ada Keterangan yang Dipertanyakan
- 8Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 9Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 10Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan









