Banten

Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Kontrakan di Cipinang Muara, Delapan Warga Mengungsi

Moehamad Dheny Permana | 11 Januari 2026, 04:32 WIB
Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Kontrakan di Cipinang Muara, Delapan Warga Mengungsi

Akurat Banten - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Cipinang Muara Pembinaan 1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, dan menghanguskan empat unit rumah kontrakan.

Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar karena api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang saling berdempetan di sekitar lokasi yang berdekatan dengan aliran Banjir Kanal Timur dan kawasan Basura.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa objek yang terbakar merupakan satu bangunan rumah tinggal yang di dalamnya terbagi menjadi empat unit kontrakan.

“Objek yang terbakar berupa bangunan rumah tinggal yang di dalamnya terdapat empat unit kontrakan dan seluruhnya terdampak kebakaran,” ujar Abdul.

Laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 112, setelah warga melihat asap tebal disertai kobaran api yang muncul dari salah satu bagian bangunan.

Menurut Abdul, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari instalasi di dalam rumah tersebut.

“Diduga korsleting listrik, kronologinya pemilik melihat asap sudah menyala dan warga melihat api sudah membesar,” ucapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Gulkarmat Jakarta Timur langsung bergerak cepat dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam sebagai respon awal.

Seiring dengan besarnya api dan kondisi lingkungan yang padat, jumlah armada kemudian ditambah hingga total 12 unit mobil pemadam dengan kekuatan 60 personel.

“Sebanyak 12 unit dengan 60 personel kami kerahkan untuk memadamkan api,” kata Abdul.

Petugas berhasil melokalisir api dalam waktu relatif singkat meski akses jalan di kawasan tersebut tergolong sempit.

Api dinyatakan berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Baca Juga: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster di Soetta, Empat Penumpang Diamankan

Setelah api berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Dalam kejadian ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka, namun dampak kebakaran dirasakan cukup berat oleh para penghuni kontrakan.

Sebanyak delapan warga dari empat kepala keluarga terpaksa mengungsi karena bangunan kontrakan mengalami kerusakan berat dan tidak dapat ditempati kembali.

Para penghuni hanya sempat menyelamatkan diri dan beberapa barang penting saat api mulai membesar.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan untuk menghitung kerugian materi akibat kebakaran tersebut.

Abdul menegaskan bahwa kebakaran di kawasan padat penduduk kerap dipicu oleh instalasi listrik yang tidak sesuai standar keselamatan.

Baca Juga: ‎Sedang Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis dan Nama Pemain Film Horor Malam 3 Yasinan, Dibintangi Shalom Razade

“Kebakaran di kawasan padat penduduk umumnya dipicu korsleting listrik, sehingga kami mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik,” tuturnya.

Proses pemadaman berlangsung aman dan kondusif dengan dukungan warga sekitar yang membantu membuka akses jalan bagi armada pemadam kebakaran agar dapat menjangkau titik api dengan cepat.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.