Investigasi Kecelakaan Maut Bekasi Timur Berlanjut Dugaan Taksi Listrik Picu Gangguan Sinyal Masih Didalami

AKURAT BANTEN - PT Kereta Api Indonesia masih menelusuri berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan tragis yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin lalu.
Salah satu isu yang kini menjadi perhatian adalah dugaan bahwa taksi listrik Green SM yang lebih dulu tertabrak KRL menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan akibat korsleting listrik.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut.
Baca Juga: Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik
“Masih investigasi,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, seluruh proses penyelidikan teknis saat ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Ia memastikan PT KAI memberikan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang tengah berlangsung.
Baca Juga: Trump Klaim Iran di Ambang Runtuh, Minta AS Buka Selat Hormuz Segera
“Kita mendukung penuh investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga akan mematuhi dan mengikuti semua rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh KNKT,” kata Bobby.
Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Rangkaian kejadian bermula ketika sebuah taksi listrik Green SM terjebak di perlintasan sebidang dekat stasiun.
Baca Juga: Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik
Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL yang sedang melaju menuju Jakarta.
Benturan awal itu memicu gangguan operasional sehingga KRL lain yang hendak bergerak dari Bekasi Timur menuju Cikarang tertahan di jalur.
Dalam situasi itulah KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah belakang akhirnya menghantam KRL yang berhenti.
Green SM melalui pernyataan resminya menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada seluruh korban.
Baca Juga: Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik
“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban,” tulis perusahaan tersebut.
Mereka juga menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan otoritas terkait demi mendukung proses penyelidikan.
Seluruh armada Green SM diketahui menggunakan kendaraan listrik produksi VinFast, termasuk unit yang terlibat dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik
CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi menyeluruh terhadap kendaraan terdampak.
“Proses investigasi terhadap unit terdampak saat ini masih berlangsung,” ungkapnya.
Hingga kini, penyebab utama kecelakaan beruntun tersebut masih terus didalami untuk memastikan faktor teknis maupun human error yang mungkin berperan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










