Israel Klaim Siap Luluhlantakkan Iran, Tinggal Tunggu Restu AS untuk Serangan Besar

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memuncak setelah pernyataan keras dilontarkan pejabat tinggi Israel. Pemerintah negara tersebut mengklaim telah menyiapkan skenario serangan besar yang dapat melumpuhkan Iran secara menyeluruh, bahkan menyebut mampu membawa negara itu ke kondisi “zaman batu”.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menegaskan kesiapan militer negaranya untuk melancarkan operasi dalam skala besar. Ia menyebut bahwa seluruh rencana telah disusun secara matang, termasuk daftar target strategis yang dinilai krusial bagi kekuatan Iran.
Menurut Katz, pelaksanaan serangan kini hanya menunggu keputusan dari Amerika Serikat. Ia mengindikasikan adanya koordinasi erat antara kedua negara dalam menentukan langkah selanjutnya, terutama dalam konteks eskalasi konflik yang terus berkembang di kawasan.
Israel juga menegaskan bahwa jika operasi militer benar-benar dilakukan, sasaran utamanya adalah infrastruktur vital Iran. Hal ini mencakup fasilitas energi, jaringan listrik, hingga sistem ekonomi yang menjadi tulang punggung negara tersebut. Tujuannya disebut untuk melemahkan Iran secara signifikan dalam waktu singkat.
Di tengah ancaman tersebut, situasi geopolitik kawasan semakin tidak menentu. Sebelumnya, konflik yang melibatkan beberapa pihak telah memicu ketegangan berkepanjangan. Meski sempat muncul upaya gencatan senjata, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa potensi bentrokan terbuka masih sangat besar.
Pernyataan Israel ini juga memunculkan kekhawatiran luas di tingkat internasional. Banyak pihak menilai bahwa jika serangan benar-benar terjadi, dampaknya tidak hanya terbatas pada kedua negara, tetapi bisa meluas ke kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Baca Juga: Baru Saja Bebas dari Kasus Ijazah Palsu, Rismon Sianipar Kini Terjerat Dugaan Penipuan Buku Gibran
Selain itu, ancaman terhadap infrastruktur vital berisiko menimbulkan krisis yang lebih besar, termasuk gangguan ekonomi dan kemanusiaan. Iran sebagai salah satu negara penting di kawasan memiliki peran strategis, sehingga setiap serangan besar akan membawa konsekuensi global.
Di sisi lain, langkah Amerika Serikat menjadi faktor kunci dalam menentukan arah situasi. Keputusan untuk memberikan dukungan atau menahan diri akan sangat memengaruhi dinamika konflik ke depan.
Hingga kini, dunia masih menunggu apakah jalur diplomasi akan kembali diutamakan atau justru konflik akan memasuki fase baru yang lebih berbahaya. Yang jelas, pernyataan terbaru ini menjadi sinyal bahwa ketegangan antara Israel dan Iran masih jauh dari mereda dan berpotensi berkembang menjadi krisis yang lebih luas.*******
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






