Banten

Ekspor RI Diyakini Tetap Tancap Gas di 2025 Meski Bayang-Bayang Tarif Trump Menguat

Moehamad Dheny Permana | 5 Desember 2025, 10:38 WIB
Ekspor RI Diyakini Tetap Tancap Gas di 2025 Meski Bayang-Bayang Tarif Trump Menguat

Akurat Banten - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah tetap mematok optimisme tinggi terhadap capaian ekspor nasional tahun 2025 meski tensi dagang global, khususnya kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, masih menjadi tantangan utama.

“Oh, tidak menghambat, kami tetap optimistis,” ujar Budi.

Hingga Oktober 2025, kinerja ekspor Indonesia tercatat 234,04 miliar dolar AS atau sekitar 79,5 persen dari target tahunan yang dipatok 294,5 miliar dolar AS.

Budi menyebut pergerakan ekspor yang menguat di akhir tahun menjadi alasan pemerintah yakin target besar itu masih mungkin dicapai.

“Lonjakan akhir tahun kemarin 7,1 persen secara tahunan, sekarang tumbuh 6,96 persen sejak Januari sampai Oktober, jadi kami akan terus mengejar,” ujarnya.

Optimisme itu juga diperkuat setelah Kemendag menggelar pertemuan bersama Kadin Indonesia dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI).

Baca Juga: Bahlil Langsung Turun ke Lokasi Banjir Aceh Tinjau Tower Listrik Roboh dan Perintahkan Akselerasi Pemulihan

“Kami kemarin diskusi dengan Kadin dan GPEI, dan semua sepakat bahwa capaian itu bukan sesuatu yang mustahil,” kata Budi.

Sementara itu, pembahasan terkait negosiasi tarif Indonesia-AS masih berlangsung dan belum menemukan kesepakatan akhir.

“Masih menunggu, mudah-mudahan bisa segera,” ungkapnya.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2025 kembali mencatat surplus sebesar 2,39 miliar dolar AS, hasil dari ekspor 24,24 miliar dolar AS dan impor 21,84 miliar dolar AS.

BPS mencatat ekspor nasional tumbuh 6,96 persen secara tahunan, sementara impor naik tipis 2,19 persen.

Adapun surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat melonjak signifikan menjadi 14,9 miliar dolar AS pada periode Januari–Oktober 2025, dibanding 11,6 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, menjelaskan kenaikan surplus tersebut didorong oleh strategi banyak eksportir yang melakukan front loading atau percepatan pengiriman barang sebelum tarif baru AS resmi diterapkan pada awal Agustus 2025.

Baca Juga: BPN Kanwil Banten Serahkan Sertifikat PTSL Pada Masyarakat Secara Door to Door, Program PTSL Berhasil Lampaui Target

Menurutnya, langkah itu membuat stabilitas neraca dagang Indonesia dengan AS tetap terjaga meski tekanan kebijakan perdagangan meningkat.

Dengan tren surplus yang masih kuat, pemerintah menilai ruang akselerasi ekspor masih terbuka, sekaligus menjadi penopang optimisme menghadapi dinamika ekonomi global tahun depan.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.