Banten

Timur Tengah Makin Panas! Dunia Sudah Diambang Kiamat? Ini Daftar Negara dan Milisi Raksasa yang Siap Pasang Badan, Bantu Iran Gempur AS-Israel!

Abdurahman | 30 Maret 2026, 15:55 WIB
Timur Tengah Makin Panas! Dunia Sudah Diambang Kiamat? Ini Daftar Negara dan Milisi Raksasa yang Siap Pasang Badan, Bantu Iran Gempur AS-Israel!
Kolse Foto Dunia Sudah Diambang Kiamat? Negara-negara dan Milisi Raksasa yang Siap Pasang Badan, Bantu Iran Gempur AS-Israel (Istimewa)

Langit Teheran membara, Selat Hormuz terancam tutup, dan harga minyak dunia melonjak drastis! Memasuki Maret 2026, konfrontasi langsung Amerika Serikat-Israel melawan Iran bukan lagi sekadar gertakan. Siapa sangka, kekuatan raksasa dunia dan jaringan milisi paling mematikan kini resmi bergabung dalam poros perlawanan. Apakah ini awal pecahnya perang global yang tak terelakkan? Cek daftar lengkapnya di sini!

AKURAT BANTEN – Dunia sedang menahan napas. Operasi militer bertajuk "Operation Epic Fury" yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026 lalu telah mengubah Timur Tengah menjadi "kotak pandora" yang mengerikan.

Pasca serangan udara yang menghantam fasilitas strategis di Teheran, eskalasi kini mencapai titik nadir yang memicu kekhawatiran akan terjadinya kiamat geopolitik.

Iran tidak berdiri sendirian. Di tengah gempuran rudal dan sanksi ekonomi yang mencekik, sebuah aliansi raksasa mulai menampakkan taringnya secara terbuka.

Mereka tidak hanya memberikan dukungan diplomatik, tetapi juga logistik tempur yang siap melumpuhkan dominasi Barat di kawasan tersebut.

"Ini bukan lagi perang proksi biasa. Kita sedang melihat konsolidasi kekuatan besar yang bisa menyeret seluruh dunia ke dalam krisis energi dan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jalur perdagangan global di Selat Hormuz kini menjadi 'tombol merah' yang bisa meledak kapan saja." – Pengamat Geopolitik Internasional.

Baca Juga: EKSKLUSIF! Detik-Detik Wanita di Batang Nekat Lepas Baju Saat Joget Dangdut, Penonton Histeris!

Siapa Saja yang Berada di Belakang Iran?

Berikut adalah daftar negara adidaya dan milisi tangguh yang kini resmi pasang badan membela Teheran:

1. Rusia: Dukungan Intelijen dan Satelit

Moskow memainkan peran krusial dengan membagikan data dari satelit pemetaan optik Khayyam dan sistem Liana. Dukungan ini memungkinkan Iran memantau pergerakan kapal induk AS secara real-time.

Rusia secara tegas menentang agresi AS, menjadikan Teheran sebagai benteng pertahanan terakhir pengaruh mereka di Timur Tengah.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Catat Tren Positif, Kecelakaan Turun 6,31 Persen dan Korban Meninggal Berkurang Drastis

2. China: Raksasa Teknologi dan Keuangan

Beijing berdiri sebagai "benteng ekonomi" Iran. Selain memastikan aliran minyak tetap berjalan, China dilaporkan memberikan dukungan teknologi siber yang membantu Iran menangkal serangan digital dari Mossad dan CIA.

Bagi China, stabilitas Iran adalah kunci keamanan energi mereka.

Baca Juga: Serunya Silaturahmi dan Salam-salaman Hari Pertama Masuk Sekolah, Pesan Kepsek: 'Disiplin Kunci Kesuksesan'

3. Hizbullah (Lebanon): Sang Mimpi Buruk Utara

Meski sempat ada kesepakatan gencatan senjata, Hizbullah kini kembali bergerak penuh.

Dengan kekuatan 30.000 hingga 45.000 personel, mereka siap menghujani wilayah utara Israel dengan rudal presisi jika agresi terhadap Teheran tidak dihentikan.

4. Houthi (Yaman): Penguasa Laut Merah

Kelompok Houthi telah membuktikan taringnya dengan meluncurkan rudal balistik ke arah wilayah selatan Israel.

Mereka bersumpah akan terus mengganggu jalur pelayaran global sebagai bentuk solidaritas terhadap "Poros Perlawanan".

Baca Juga: Jadwal Final FIFA Series 2026 Indonesia vs Bulgaria di GBK Senin Malam, Kick-off 20.00 WIB dan Jadi Laga Penentu

5. PMF (Irak) & Milisi Regional: Pengepung Aset AS

Berbagai faksi dalam Popular Mobilization Forces (PMF) di Irak mulai menargetkan pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Mereka menjadikan setiap inci kehadiran tentara Amerika sebagai target sah selama perang berlangsung.

Dampak Nyata: BBM hingga Harga Bahan Pokok

Jangan dianggap sepele, Pak Min. Konflik ini sudah mulai terasa di dompet masyarakat.

Baca Juga: Cek Fakta: Isu Indonesia Jadi Pengganti Meksiko sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Dipastikan Tidak Benar

Penutupan sebagian Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak mentah hingga melampaui US$ 100 per barel.

Jika perang terus meluas, krisis energi global akan memicu kenaikan harga bahan pokok di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dunia kini hanya bisa berharap agar diplomasi masih memiliki celah, sebelum "Ambang Kiamat" benar-benar menjadi kenyataan di depan mata kita. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman