Israel Skeptis Damai, Iran Beri 5 Syarat Keras ke AS Untuk Berhenti Perang

AKURAT BANTEN - Amerika Serikat (AS) dan Israel diduga mengalami keretakan, akibat perbedaan pendekatan dalam menghadapi Iran, khususnya terkait syarat-syarat damai yang diajukan Teheran.
Pemerintah Iran dikabarkan telah mengajukan sejumlah syarat penting sebagai dasar menuju kesepakatan damai dengan Washington.
Namun, proses ini diprediksi tidak akan berjalan mudah mengingat tingginya tensi politik dan militer di kawasan.
Meskipun secara visi sama-sama tidak menginginkan Iran menjadi kekuatan nuklir, kedua negara sekutu ini berbeda pendapat mengenai cara dan tenggat waktu.
AS cenderung membuka jalur negosiasi, sementara Israel lebih memilih pendekatan agresif.
Lima Syarat Iran untuk Kesepakatan Damai
Dalam laporan media internasional, Iran disebut menyampaikan tuntutan tegas dalam pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat.
Syarat-syarat tersebut dinilai cukup berat dan berpotensi menjadi hambatan utama dalam negosiasi.
Berikut poin-poin utama yang diajukan Iran:
Jaminan konflik militer tidak dilanjutkan.
Kendali baru Iran atas Selat Hormuz.
Penutupan pangkalan militer AS di kawasan.
Kompensasi finansial atas kerusakan akibat perang.
Terlibatnya kelompok militer sekutu Iran dalam kesepakatan damai, yang kemungkinan mencakup penghentian invasi Israel ke Lebanon.
Langkah ini menunjukkan bahwa Iran menolak gencatan senjata yang disyaratkan oleh AS dan Israel, dan bersikeras hanya akan menghentikan perang sesuai syarat mereka sendiri.
Sebelumnya, Trump sempat menunda rencana serangan militer terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari. Keputusan ini diambil setelah ia mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan diplomatik.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pria di Kubangan Limbah RPH Kapuk, Warga Dikejutkan Bau Menyengat
Di sisi lain, sikap Israel menunjukkan arah berbeda. Pemerintah Israel justru meningkatkan kesiapsiagaan militernya di tengah upaya damai yang sedang dirintis.
Terlebih setelah terjadi serangan drone dari Iran ke arah Israel dan pangkalan AS.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan operasi militer jika ancaman terhadap keamanan nasional masih ada.
Baca Juga: Emas Diprediksi Melonjak Tembus 6.000 Dolar AS, Ini Alasan di Baliknya
Hal ini memicu kekhawatiran akan semakin meluasnya konflik di Timur Tengah.
Perbedaan kepentingan yang tajam antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat jalan menuju perdamaian penuh menjadi sangat kompleks. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 8Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










