Banten

'Tunggu Kami di Medan Perang!' — Garda Revolusi Iran Tantang Kapal Induk AS Adu Mekanik

Abdurahman | 22 Maret 2026, 09:45 WIB
'Tunggu Kami di Medan Perang!' — Garda Revolusi Iran Tantang Kapal Induk AS Adu Mekanik
Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ahmad Vahidi (X @iihtishamm)

AKURAT BANTEN— Tensi di Asia Barat kembali mencapai titik didih.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara terang-terangan melayangkan tantangan terbuka kepada militer Amerika Serikat.

Bukan sekadar gertakan sambal, Iran menyatakan pasukannya kini dalam posisi "siaga penuh" untuk menyambut armada tempur laut Paman Sam di palagan sesungguhnya.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (21/3/2026), IRGC menegaskan bahwa kehadiran kapal induk Angkatan Laut AS di kawasan bukan lagi momok menakutkan, melainkan target yang dinantikan.

Baca Juga: Rayakan Lebaran di Tengah Perang, Presiden Iran: Kami Tidak Cari Konflik, Negara Muslim Adalah Saudara

Menanti "Tamparan Keras" di Kedalaman Laut

Humas IRGC mengungkapkan bahwa para prajurit mereka saat ini tengah berada dalam kondisi moral tertinggi.

Mereka mengklaim memiliki "kejutan" teknologi dan strategi yang siap melumpuhkan supremasi laut Amerika.

"Para prajurit Islam menantikan dengan penuh harap untuk memberikan tamparan keras kepada kapal induk Amerika di kedalaman medan perang," tulis pernyataan resmi tersebut melalui Pars Today.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. IRGC secara khusus menyentil mundurnya USS Gerald R. Ford, kapal induk tercanggih AS, dari wilayah konflik baru-baru ini.

Bagi Teheran, langkah mundur tersebut adalah bukti nyata bahwa kekuatan material Barat hanyalah "keropos di dalam."

Baca Juga: Hanya Sampai 30 Maret! Cek Jadwal Lengkap Dan Link Daftar Bintara Polri 2026 Sekarang

Kegagalan USS Gerald R. Ford: Simbol Kekosongan Kekuatan?

IRGC menyoroti bahwa kepulangan USS Gerald R. Ford adalah tanda kelelahan militer AS di Asia Barat.

Mereka menyebut militer Amerika gagal memberikan dukungan moral bagi pasukan yang disebut sebagai "tentara yang lelah dan kalah."

"Mundurnya mendadak kapal induk tersebut membuktikan kekosongan kekuatan materi dari pihak yang arogan," tegas pihak IRGC.

Mereka menjanjikan bahwa marinir Amerika akan menyaksikan langsung "kejutan angkatan laut" yang belum pernah terbayangkan sebelumnya jika nekat mendekat.

Baca Juga: Remisi Lebaran Dibagikan, 537 Napi Lapas Serang Dapat Pengurangan Hukuman

Bayang-Bayang Nasib Saddam Hussein

Menutup pernyataannya dengan nada yang sangat tajam, IRGC membawa memori sejarah Perang Iran-Irak.

Mereka mengingatkan dunia bagaimana Iran bertahan selama delapan tahun melawan invasi Saddam Hussein yang saat itu didukung banyak kekuatan dunia.

Secara provokatif, IRGC menyamakan nasib para pemimpin musuh mereka saat ini dengan akhir tragis diktator Irak tersebut.

Pesan Terbuka: "Kami telah menguji medan perang selama lebih dari 8 tahun melawan tiran seperti Saddam."

Baca Juga: Di Tengah Perang Iran Rayakan Lebaran 21 Maret 2026, Suasananya Jadi Sorotan Dunia

Peringatan Keras: "Nasib Saddam menanti penjahat seperti Trump dan Netanyahu."

Dengan eskalasi kata-kata yang kian memanas, dunia kini menanti: apakah ini sekadar perang urat saraf (psywar), ataukah fajar baru konflik terbuka di Teluk Persia benar-benar akan pecah? (**)

Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)

Ahmad Vahidi (X @iihtishamm)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman