Banten

Prabowo Dorong Selandia Baru Kirim Pengajar Bahasa Inggris untuk Calon Pekerja Migran Indonesia

Andi Syafrani | 31 Oktober 2025, 19:31 WIB
Prabowo Dorong Selandia Baru Kirim Pengajar Bahasa Inggris untuk Calon Pekerja Migran Indonesia

AKURAT BANTEN - Presiden RI Prabowo Subianto mengusulkan kerja sama baru dengan Selandia Baru dalam bidang peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi calon pekerja migran Indonesia.

Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, dalam pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10).

Baca Juga: Garuda Potong Harga Tiket hingga 14 Persen, Pemerintah Pastikan Libur Nataru Tak Bikin Kantong Jebol

Prabowo menilai penguasaan bahasa Inggris menjadi faktor penting bagi pekerja migran agar dapat bersaing di pasar tenaga kerja global. Untuk itu, ia meminta dukungan Selandia Baru dalam mengirimkan tenaga pengajar bahasa Inggris yang berpengalaman ke Indonesia.

“Saya minta dukungan agar Selandia Baru bisa kirim guru-guru bahasa Inggris untuk bantu kita. Pemerintah ingin memperbanyak sekolah dan kursus bahasa Inggris khusus bagi pekerja migran yang akan berangkat ke luar negeri,” ujar Prabowo usai pertemuan dengan Luxon.

Baca Juga: 'Dirinya Tak Punya Gairah Hidup': Petani Muda Bima, Cium Kening Istri Sebelum Akhiri Nyawa di Kamar Terkunci

Menurutnya, peningkatan kemampuan komunikasi menjadi salah satu kunci agar pekerja migran Indonesia memiliki daya saing lebih tinggi, tidak hanya di negara-negara Asia, tetapi juga di kawasan Pasifik dan Eropa.

“Bahasa itu sangat penting. Banyak dari pekerja kita punya keahlian bagus, tapi kadang kalah di kemampuan berbahasa. Ini yang sedang kita perbaiki,” tambahnya.

Selain membahas soal tenaga kerja, Prabowo dan Luxon juga menyoroti pentingnya kerja sama di sektor pendidikan tinggi. Pemerintah Indonesia berencana mengirimkan lebih banyak mahasiswa untuk menempuh studi di Selandia Baru, terutama di bidang kedokteran dan kedokteran gigi.

Baca Juga: Apindo Ungkap Iklim Usaha Tak Kondusif Jadi Alasan Pabrik Sepatu Hengkang dari Tangerang

“Kita sangat membutuhkan lebih banyak dokter dan dokter gigi, sementara Selandia Baru punya sistem pendidikan kesehatan yang maju. Jadi ini akan sangat bermanfaat,” jelas Prabowo.

Kedua pemimpin negara juga membahas peluang kolaborasi dalam sektor pertanian. Prabowo menilai Selandia Baru memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan agrikultur modern yang bisa menjadi referensi bagi petani Indonesia dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Baca Juga: Pendapatan Seret, Perseroda TNG Sebut Pengelolaan PKL Tersandera Oknum

Selain kerja sama teknis, pertemuan tersebut juga menjadi ajang tukar pandangan soal kondisi global yang tengah diliputi ketidakpastian. Prabowo dan Luxon sepakat bahwa stabilitas kawasan harus dijaga bersama di tengah meningkatnya tensi geopolitik di beberapa wilayah dunia.

“Kita berusaha menurunkan suhu dan meredakan ketegangan. Dunia sekarang sedang tidak mudah, jadi kita perlu lebih banyak bicara dan bekerja sama,” ucap Prabowo.

Baca Juga: IFP Kota Tangerang Lebih Mahal 10 Kali Lipat dari Program Prabowo, Dugaan Korupsi dan Manipulasi Berkas Mencuat

Pemerintah Indonesia berharap kolaborasi dengan Selandia Baru tidak hanya memperkuat kapasitas tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang baru di bidang pendidikan, pertanian, dan diplomasi antarnegara. Dengan begitu, kerja sama ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat di kedua negara.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo untuk membangun sumber daya manusia unggul, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan pasar kerja internasional yang semakin kompetitif.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC