Banten

'Dirinya Tak Punya Gairah Hidup': Petani Muda Bima, Cium Kening Istri Sebelum Akhiri Nyawa di Kamar Terkunci

Saeful Anwar | 31 Oktober 2025, 19:17 WIB
'Dirinya Tak Punya Gairah Hidup': Petani Muda Bima, Cium Kening Istri Sebelum Akhiri Nyawa di Kamar Terkunci

AKURAT BANTEN – Sebuah tragedi memilukan mengguncang ketenangan Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, pada Kamis (30/10/2025).

Seorang pemuda yang sehari-hari berprofesi sebagai petani, Kinang Nafansyah alias Kino (22), ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya, diduga kuat akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

Kejadian tragis ini bukan sekadar berita duka, melainkan menyisakan misteri pilu terkait pesan terakhir korban kepada sang istri: "dirinya tidak memiliki gairah hidup."

Baca Juga: Polemik Utang 'Whoosh' : Istana Sebut Perpanjangan Pinjaman Jadi 'Skenario Terbaik', Angka Utang Tembus Rp116 Triliun!

Sinyal Terakhir di Teras Rumah

Kepala Kepolisian Sektor Sanggar, Inspektur Satu Erich As Ary, membenarkan insiden yang terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di Dusun Punti Moro Desa Kore tersebut.

"Betul, dugaan gantung diri terjadi di RT 09 RW 04 Dusun Punti Moro Desa Kore," ujar Iptu Erich As Ary saat dikonfirmasi.

Menurut keterangan saksi-saksi yang dihimpun kepolisian, momen-momen sebelum Kinang mengakhiri hidupnya menjadi titik paling menyayat hati.

Korban sempat duduk termenung bersama istrinya di teras rumah. Dalam keheningan yang menyesakkan, Kinang tiba-tiba mencium kening sang istri dan mengungkapkan kalimat yang kini menjadi petunjuk kunci: ia merasa kehilangan semangat dan gairah untuk hidup.

Tak lama setelah melontarkan ungkapan keputusasaan itu, pemuda 22 tahun ini berpamitan untuk masuk ke kamar dengan alasan hendak tidur.

Baca Juga: FAKTA BARU: Siswi MTs Sukabumi Wafat Diduga Bunuh Diri, Kemenag Ungkap ini

Pintu Kamar Terkunci, Tetangga Dobrak Jendela

Perasaan gelisah menyelimuti sang istri ketika menyadari suaminya mengunci kamar dari dalam.

Kekhawatiran yang memuncak mendorongnya untuk meminta bantuan tetangga, Syarifudin.

Syarifudin dan paman korban, Abdurahman, segera bertindak.

Setelah menggedor pintu yang terkunci rapat, Syarifudin berinisiatif mengintip melalui jendela. Pemandangan mengerikan pun tak terhindarkan:

Kinang telah dalam posisi tergantung menggunakan kabel (TV kabel) yang terikat di pojok kamar.

"Saksi Syarifudin dan dibantu paman korban, saudara Abdurahman, segera mendobrak pintu dan memotong kabel tersebut dengan tang. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan," jelas Iptu Erich.

Baca Juga: Tajuk Panas: Emang Ada Negara Tolol Tak Cari Untung? Sindiran Pedas Politikus PDIP ke Jokowi soal Whoosh 'Proyek Sosial'

Hasil Visum: Tanda Khas Gantung Diri

Jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Sanggar untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis.

Hasil pemeriksaan mengonfirmasi dugaan awal, dengan ditemukannya tanda-tanda khas gantung diri.

Tanda-tanda tersebut meliputi alur jerat (Ligatur Sulcus) yang jelas pada leher, kebiruan pada kulit wajah dan bibir (sianosis), serta keluar darah dari lubang hidung.

Tidak ditemukan luka-luka atau tanda kekerasan lain pada tubuh korban, memperkuat kesimpulan bahwa ini adalah tindakan bunuh diri.

Baca Juga: TRAGEDI PILU SISWI MTS SUKABUMI: Jasad Tergantung, Polisi Selidiki Surat Wasiat yang Menyebut Omongan Teman Jadi Pemicu 'Sakit Hati' Mendalam

Keluarga Ikhlas: Menolak Autopsi dan Tuntutan Hukum

Meskipun tragis, pihak keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai takdir. Iptu Erich As Ary menegaskan bahwa keluarga telah berkoordinasi dan membuat surat pernyataan resmi.

"Mereka sepakat menolak autopsi dan membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum," tegasnya.

Jenazah Kinang Nafansyah direncanakan akan dikebumikan pada hari yang sama setelah waktu shalat Ashar di TPU Desa Kore.

Sementara itu, pihak kepolisian Sektor Sanggar memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Sanggar pasca-kejadian masih dalam keadaan kondusif, dan akan terus berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.(**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman