Gelapnya Dunia Judi Online Menjerat Anak SD hingga Tunawisma di Indonesia

Akurat Banten - Fenomena judi online di Indonesia kini kian mengkhawatirkan.
Bukan hanya orang dewasa yang terjerat, tetapi anak-anak sekolah dasar bahkan tunawisma pun ikut menjadi bagian dari lingkaran hitam perjudian digital yang makin meluas.
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Asep Nana Mulyana, mengungkapkan fakta mencengangkan itu dalam sebuah gelar wicara di Jakarta.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan data per 12 September 2025, pelaku judi online datang dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, hingga pendidikan.
“Dari segi pekerjaan, itu juga banyak yang petani, ada murid, kemudian juga mohon maaf ya, para tunawisma, dan sebagainya itu juga mendominasi pelaku-pelaku judi online yang memang secara kasat mata menggiurkan,” ungkap Asep.
Menurutnya, perjudian daring kini bukan lagi fenomena di kalangan orang dewasa saja.
Yang lebih memprihatinkan, anak-anak usia sekolah dasar sudah mulai mengenal permainan judi online melalui slot kecil-kecilan yang mudah diakses lewat ponsel.
Mereka bermain bukan karena ingin kaya, tetapi karena dorongan rasa penasaran dan pengaruh lingkungan yang makin permisif terhadap permainan digital berbasis taruhan.
Data yang dihimpun Kejaksaan menunjukkan, mayoritas pelaku judi online adalah laki-laki dengan persentase mencapai 88,1 persen atau 1.899 orang.
Sementara perempuan yang terlibat tercatat sebanyak 257 orang atau 11,9 persen.
Dari sisi usia, kelompok umur 26 hingga 50 tahun menjadi yang paling banyak terseret dalam praktik ini, yakni sebanyak 1.349 orang.
Baca Juga: Aksi Maling Proyektor di Sekolah Dasar Gagal Total, Pelaku Nyaris Kabur Sebelum Diringkus Warga
Disusul kelompok usia 18 hingga 25 tahun dengan 631 orang, kelompok di atas 50 tahun sebanyak 164 orang, dan yang paling mengkhawatirkan, ada 12 anak di bawah 18 tahun yang juga ikut terlibat.
Fenomena ini, kata Asep, menunjukkan bahwa judi online telah menjadi masalah sosial lintas usia dan profesi.
Bukan hanya karena iming-iming keuntungan besar, tetapi juga karena rendahnya literasi digital masyarakat yang membuat mereka mudah terjerat dalam bujuk rayu permainan berbasis uang itu.
“Literasi bahwa sesungguhnya judi online itu bukan permainan, melainkan perangkap yang betul-betul akan menyengsarakan kita semua,” tegas Asep.
Sebagai langkah penanggulangan, Kejaksaan kini turut bergabung dalam Desk Pemberantasan Judi Daring bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta sejumlah lembaga terkait lainnya.
Kolaborasi itu tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran publik dan literasi digital di berbagai lapisan masyarakat.
Asep menegaskan, pemberantasan judi online tidak bisa dilakukan dengan pendekatan hukum semata, melainkan harus disertai edukasi yang masif agar masyarakat memahami bahaya dan konsekuensi dari aktivitas tersebut.
Ia berharap, generasi muda tidak terjerumus lebih jauh dalam perangkap digital yang mematikan itu.
Baca Juga: Ibu Timothy Angkat Vito Simanungkalit Jadi Anak, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
“Judi online mungkin tampak menghibur di awal, tapi pada akhirnya selalu berujung pada kesengsaraan,” tutupnya.
Fenomena ini menjadi peringatan keras bahwa di era digital yang serba mudah, perlindungan moral dan literasi digital harus berjalan beriringan agar masyarakat tidak mudah terseret dalam arus perjudian yang tampak modern, tetapi sesungguhnya menghancurkan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 2Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 3BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 4Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 5Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
- 6Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap
- 7Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
- 8Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun
- 9Sesko Cedera Lagi, Manchester United Bisa Panik! 3 Striker Ini Berpotensi Jadi Solusi Januari 2027
- 10Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur










