Banten

Isu Perang Dingin Purbaya vs Luhut di Sidang Kabinet, Purbaya Angkat Bicara!

Saeful Anwar | 21 Oktober 2025, 19:36 WIB
Isu Perang Dingin Purbaya vs Luhut di Sidang Kabinet, Purbaya Angkat Bicara!



AKURAT BANTEN- Dinamika Kabinet Merah Putih kembali memanas, kali ini bukan karena beda pandangan kebijakan, melainkan soal 'jarak' fisik.

Dua tokoh sentral ekonomi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, mendadak menjadi pusat sorotan publik usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Pemandangan yang terekam kamera itu memicu spekulasi liar: Purbaya dan Luhut terlihat duduk berjauhan, tanpa interaksi signifikan.

Gestur yang tak biasa ini sontak melahirkan isu adanya "perang dingin" atau perseteruan tersembunyi antara bendahara negara dengan arsitek investasi utama pemerintahan tersebut.

Pasalnya, isu ini bukanlah barang baru. Keduanya memang santer dikabarkan memiliki perbedaan pandangan yang tajam dalam beberapa kebijakan strategis, terutama menyangkut pendanaan proyek ambisius seperti Kereta Cepat dan usulan pembentukan Family Office—di mana Purbaya dikenal sangat ketat menjaga "dinding" Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Kejari Cilegon Sita Rp 3,7 Miliar dari Lelang Tanah Hasil Korupsi Bapelkes KS

Purbaya Angkat Bicara: "Cuma Jauh Berapa Kursi!"

Spekulasi yang terus membesar memaksa Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera memberikan klarifikasi. Saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen Jakarta pada hari yang sama, Purbaya buru-buru menepis dugaan keretakan hubungan dengan Luhut.

“Baik hubungan saya sama dia, nggak ada masalah,” tegas Purbaya dengan nada santai.

Ia kemudian menjelaskan alasan sederhana di balik pemandangan 'diam-diaman' tersebut, yang ternyata hanyalah persoalan tata letak kursi.

“Kan jauh berapa kursi, masa saya harus teriak-teriak ‘Pak Luhut, Pak Luhut’,” ujar Purbaya sembari tersenyum, memberikan gestur berteriak yang disambut tawa kecil para wartawan.

Klarifikasi ini seolah menjadi penawar instan atas kegelisahan publik. Namun, meskipun ditepis dengan senyum, publik tetap menyoroti adanya gap komunikasi yang terlihat jelas di tengah isu perbedaan pandangan kebijakan yang sudah mengemuka.

Baca Juga: Purbaya Setel Alarm Bahaya bagi Ekonomi RI: Anggaran Triliunan Pemda Parkir di Bank, Serapan APBD Baru Sentuh 51,3 Persen

Jarak Fisik dan Jarak Kebijakan

Sorotan publik terhadap "jarak duduk" ini memang tidak muncul dari ruang hampa. Sebelum isu tempat duduk ini mencuat, dinamika antara Purbaya dan Luhut telah menjadi headline terkait sejumlah hal:

• Pendanaan Proyek Strategis (Whoosh): Purbaya bersikukuh agar beban utang tidak ditanggung APBN, sementara Luhut menegaskan proyek tersebut bisa diselesaikan melalui restrukturisasi tanpa mengganggu kas negara.

• Family Office: Purbaya menyatakan tidak akan mengalokasikan APBN untuk pendirian Family Office, meski mendukung inisiatif tersebut jika didanai secara mandiri oleh DEN atau swasta.

Terlepas dari bantahan Purbaya, momen Istana kemarin kembali menegaskan bahwa hubungan dua raksasa ekonomi ini akan selalu menjadi barometer stabilitas internal kabinet. Jarak beberapa kursi mungkin hanyalah kebetulan, tetapi jarak pandang fiskal dan investasi mereka adalah realitas yang akan terus diuji dalam upaya memajukan ekonomi Kabinet Merah Putih.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman