Lampung Pasang Target Nol Lubang Jelang Mudik Lebaran 2026

Akurat Banten - Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat menyongsong arus mudik Lebaran 2026 dengan satu target tegas jalan provinsi harus bebas lubang sebelum puncak kepadatan terjadi.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen tersebut saat ditemui di Bandarlampung pada Selasa.
Menurutnya, posisi strategis Lampung sebagai pintu masuk Pulau Sumatera membuat daerah ini tak pernah lepas dari sorotan nasional setiap musim mudik tiba.
"Provinsi Lampung selalu menjadi sorotan karena menjadi entry gate masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Karena itu, pelayanan dan kesiapan kita harus dilakukan dengan sangat cermat," ujarnya.
Arus kendaraan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni diperkirakan kembali melonjak, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada musim libur panjang.
Lonjakan itu bukan sekadar asumsi, melainkan pola tahunan yang terus berulang setiap menjelang Hari Raya Idulfitri.
Karena itulah, perbaikan jalan tak lagi bisa dilakukan setengah hati atau sekadar tambal sulam seadanya.
Mirzani meminta seluruh jajaran teknis mempercepat penanganan titik-titik rawan kerusakan, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota.
Ia menyebut, perbaikan tidak hanya difokuskan pada ruas jalan provinsi, tetapi juga mendorong percepatan di jalan nasional serta jalan milik pemerintah kabupaten dan kota melalui skema swakelola.
"Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan tidak ada lagi lubang di jalan provinsi sebelum puncak arus mudik," tegasnya.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Soroti Rusunawa Cibuluh, Aturan Masa Tinggal dan Fasilitas Jadi Catatan Serius
Data terakhir menunjukkan kondisi jalan provinsi dengan status mantap telah mencapai 79,79 persen.
Meski angka tersebut tergolong tinggi, pemerintah daerah menilai masih ada ruang besar untuk penyempurnaan.
Sebab satu lubang kecil saja, di tengah padatnya arus kendaraan, bisa memicu antrean panjang bahkan kecelakaan.
Selain faktor infrastruktur, pemerintah daerah juga memperhitungkan kebijakan nasional yang berpotensi meningkatkan pergerakan warga.
Penerapan Work From Anywhere, libur sekolah, serta cuti bersama diyakini akan membuat arus perjalanan lebih tersebar dan tidak menumpuk dalam satu waktu.
Di sisi lain, kebijakan diskon transportasi udara, kereta api, hingga tarif tol serta program mudik gratis juga diprediksi mendorong lonjakan jumlah pemudik.
"Kami pun mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang berpihak kepada rakyat," kata Mirzani.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut memang membantu masyarakat, namun konsekuensinya daerah harus semakin siap menghadapi peningkatan mobilitas.
Lampung, sebagai penghubung vital antara Jawa dan Sumatera, tak punya pilihan selain memastikan kelancaran arus kendaraan tetap terjaga.
Pemerintah daerah kini mengebut pemetaan titik rawan kerusakan dan mengoptimalkan sumber daya manusia di lapangan.
Baca Juga: Masih Ribut Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Ulama Tegaskan Dua-Duanya Sah, Ini Penjelasan Lengkapnya
Alat berat disiagakan, tim teknis dipercepat ritme kerjanya, dan pengawasan diperketat agar hasil perbaikan tidak bersifat sementara.
Target nol lubang bukan sekadar slogan musiman, melainkan upaya menjaga reputasi Lampung di mata publik nasional.
Sebab setiap kali arus mudik tersendat di wilayah ini, sorotan langsung mengarah ke kualitas infrastruktur yang tersedia.
Dengan waktu yang masih tersisa sebelum puncak arus mudik 2026, pemerintah daerah optimistis seluruh pekerjaan bisa dituntaskan sesuai jadwal.
Mirzani berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat kesiapan Lampung menghadapi mobilitas besar-besaran tersebut.
Pada akhirnya, kenyamanan dan keselamatan pemudik menjadi prioritas utama.
Lampung ingin memastikan siapa pun yang melintas, baik menuju Sumatera maupun kembali ke Jawa, dapat menikmati perjalanan yang lancar tanpa terganggu jalan berlubang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










