Harga Beras Kian Mereda di 15 Provinsi, Mentan Klaim Operasi Pasar SPHP Mulai Berbuah Hasil

AKURAT BANTEN - Harga beras yang sempat bikin resah masyarakat akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan, tren melandainya harga sudah dirasakan di 15 provinsi. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dua hari lalu, ketika hanya 13 provinsi yang mencatat penurunan.
Baca Juga: SAH! UU Haji dan Umrah Resmi Direvisi, DPR Setujui Perubahan Besar dalam Pengelolaan Ibadah
Menurut Amran, kondisi ini tak lepas dari gencarnya operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan pemerintah bersama Perum Bulog serta dukungan pemerintah daerah. Langkah ini terbukti ampuh menekan lonjakan harga yang sebelumnya dipicu naiknya ongkos produksi hingga distribusi.
“Dua hari lalu harga beras turun di 13 provinsi, sekarang sudah berkembang jadi 15 provinsi. Kami optimis, tren positif ini akan terus berlanjut dan harga semakin stabil dalam beberapa pekan mendatang,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (24/8/2025).
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Kabupaten Buka Loker untuk Puluhan Tenaga Ahli, Bisa Jadi PNS?
Sejumlah daerah tercatat mengalami penurunan harga, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Bali. Sementara itu, di beberapa pasar tradisional di Kalimantan dan Sulawesi, harga beras medium dan premium juga mulai bergerak turun. Meski tidak serentak, sinyal positif ini memberi harapan bagi konsumen.
Amran menekankan bahwa kunci stabilisasi harga beras terletak pada distribusi yang merata. Ia menyebut, pasokan beras SPHP dari gudang Bulog harus sampai ke pedagang di tingkat bawah tanpa hambatan. Dengan begitu, harga di pasar bisa lebih cepat terkendali.
Baca Juga: Info Loker Kemenag Kontrak 5 Tahun, Daftar di Sini untuk Jadi Orang Penting di Kementrian Agama
Selain operasi pasar, pemerintah juga memperkuat kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan kepala daerah, agar kebijakan stabilisasi pangan ini berjalan lebih efektif.
“Kami pastikan stok beras di gudang Bulog masih sangat cukup untuk kebutuhan masyarakat sampai beberapa bulan ke depan,” tegasnya.
Baca Juga: Berlanjut Demo 26 Agustus di Gedung DPR? Begini Suasana Senayan Setelah Demo Ricuh Kemarin
Upaya lain yang kini gencar dilakukan adalah percepatan penyerapan gabah dari petani. Hal ini bertujuan menjaga keseimbangan: harga gabah di tingkat petani tidak jatuh, namun harga beras di pasar tetap bisa dijangkau masyarakat. Dengan begitu, dua kepentingan petani dan konsumen diharapkan sama-sama terlindungi.
“Petani harus tetap sejahtera, tapi di sisi lain konsumen juga jangan sampai terbebani harga yang tinggi. Itulah pentingnya SPHP, sebagai jembatan menyeimbangkan dua kepentingan ini,” tutur Amran.
Meski kabar turunnya harga beras disambut positif, pemerintah tetap menekankan pentingnya pengawasan di lapangan.
Amran mengingatkan, momen akhir tahun biasanya ditandai dengan kenaikan kebutuhan pangan, sehingga potensi fluktuasi harga tetap perlu diantisipasi sejak dini.
Baca Juga: Vaksin HPV Bikin Mandul? Jangan Salah Kaprah Dulu Tentang Fakta Ini
Dengan tren positif ini, diharapkan kecemasan masyarakat bisa sedikit reda. Pemerintah optimistis, jika operasi pasar dan penyerapan gabah berjalan konsisten, harga beras akan terus bergerak stabil, sehingga tidak lagi menjadi momok di tengah tingginya kebutuhan pokok. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










