Banten

Harga Beras Kian Mereda di 15 Provinsi, Mentan Klaim Operasi Pasar SPHP Mulai Berbuah Hasil

Andi Syafrani | 26 Agustus 2025, 13:20 WIB
Harga Beras Kian Mereda di 15 Provinsi, Mentan Klaim Operasi Pasar SPHP Mulai Berbuah Hasil

AKURAT BANTEN - Harga beras yang sempat bikin resah masyarakat akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan, tren melandainya harga sudah dirasakan di 15 provinsi. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dua hari lalu, ketika hanya 13 provinsi yang mencatat penurunan.

Baca Juga: SAH! UU Haji dan Umrah Resmi Direvisi, DPR Setujui Perubahan Besar dalam Pengelolaan Ibadah

Menurut Amran, kondisi ini tak lepas dari gencarnya operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan pemerintah bersama Perum Bulog serta dukungan pemerintah daerah. Langkah ini terbukti ampuh menekan lonjakan harga yang sebelumnya dipicu naiknya ongkos produksi hingga distribusi.

“Dua hari lalu harga beras turun di 13 provinsi, sekarang sudah berkembang jadi 15 provinsi. Kami optimis, tren positif ini akan terus berlanjut dan harga semakin stabil dalam beberapa pekan mendatang,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (24/8/2025).

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Kabupaten Buka Loker untuk Puluhan Tenaga Ahli, Bisa Jadi PNS?

Sejumlah daerah tercatat mengalami penurunan harga, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Bali. Sementara itu, di beberapa pasar tradisional di Kalimantan dan Sulawesi, harga beras medium dan premium juga mulai bergerak turun. Meski tidak serentak, sinyal positif ini memberi harapan bagi konsumen.

Amran menekankan bahwa kunci stabilisasi harga beras terletak pada distribusi yang merata. Ia menyebut, pasokan beras SPHP dari gudang Bulog harus sampai ke pedagang di tingkat bawah tanpa hambatan. Dengan begitu, harga di pasar bisa lebih cepat terkendali.

Baca Juga: Info Loker Kemenag Kontrak 5 Tahun, Daftar di Sini untuk Jadi Orang Penting di Kementrian Agama

Selain operasi pasar, pemerintah juga memperkuat kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan kepala daerah, agar kebijakan stabilisasi pangan ini berjalan lebih efektif.

“Kami pastikan stok beras di gudang Bulog masih sangat cukup untuk kebutuhan masyarakat sampai beberapa bulan ke depan,” tegasnya.

Baca Juga: Berlanjut Demo 26 Agustus di Gedung DPR? Begini Suasana Senayan Setelah Demo Ricuh Kemarin

Upaya lain yang kini gencar dilakukan adalah percepatan penyerapan gabah dari petani. Hal ini bertujuan menjaga keseimbangan: harga gabah di tingkat petani tidak jatuh, namun harga beras di pasar tetap bisa dijangkau masyarakat. Dengan begitu, dua kepentingan petani dan konsumen diharapkan sama-sama terlindungi.

“Petani harus tetap sejahtera, tapi di sisi lain konsumen juga jangan sampai terbebani harga yang tinggi. Itulah pentingnya SPHP, sebagai jembatan menyeimbangkan dua kepentingan ini,” tutur Amran.

Meski kabar turunnya harga beras disambut positif, pemerintah tetap menekankan pentingnya pengawasan di lapangan.

Amran mengingatkan, momen akhir tahun biasanya ditandai dengan kenaikan kebutuhan pangan, sehingga potensi fluktuasi harga tetap perlu diantisipasi sejak dini.

Baca Juga: Vaksin HPV Bikin Mandul? Jangan Salah Kaprah Dulu Tentang Fakta Ini

Dengan tren positif ini, diharapkan kecemasan masyarakat bisa sedikit reda. Pemerintah optimistis, jika operasi pasar dan penyerapan gabah berjalan konsisten, harga beras akan terus bergerak stabil, sehingga tidak lagi menjadi momok di tengah tingginya kebutuhan pokok. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC