Bansos Ramadhan 2026 Siap Cair, Ini Jadwal Nominal dan Cara Cek Penerima

Akurat Banten - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026, pemerintah kembali menggulirkan program bantuan sosial untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.
Program ini difokuskan bagi kelompok miskin dan rentan agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah meningkatnya pengeluaran selama bulan puasa.
Selain itu, bantuan ini juga diharapkan mampu mendorong daya beli masyarakat sehingga aktivitas ekonomi tetap bergerak.
Penyaluran bantuan sosial tahap pertama tahun 2026 sudah dimulai sejak Februari dan berlangsung selama tiga bulan.
Artinya, bantuan tersebut mencakup periode triwulan pertama yang bertepatan dengan momentum Ramadhan.
Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat diminta untuk secara aktif memeriksa status bantuan agar proses pencairan tidak mengalami kendala.
Pemeriksaan dapat dilakukan secara online melalui situs resmi maupun aplikasi yang disediakan oleh Kementerian Sosial.
Langkah ini penting untuk memastikan apakah nama penerima sudah masuk dalam daftar dan siap menerima bantuan.
Jenis bantuan sosial yang disalurkan pada awal tahun ini meliputi Program Keluarga Harapan atau PKH serta Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT.
Kedua program tersebut menjadi andalan pemerintah dalam membantu kebutuhan dasar masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan bahwa penyaluran tahap pertama akan menyasar sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut mencakup penerima PKH serta bantuan sembako yang disalurkan secara berkala.
“Penyaluran tahap pertama ditujukan bagi jutaan keluarga penerima manfaat agar kebutuhan pokok mereka tetap terjaga,” ujarnya.
Meski jadwal rinci belum diumumkan secara detail, pencairan diperkirakan berlangsung dari Februari hingga Maret 2026.
Program Keluarga Harapan memberikan bantuan dengan nominal yang berbeda sesuai kategori penerima.
Untuk ibu hamil atau masa nifas, bantuan yang diberikan sebesar Rp750.000 setiap tiga bulan.
Anak usia dini hingga enam tahun juga menerima jumlah yang sama yaitu Rp750.000 per tahap.
Sementara itu, anak sekolah dasar mendapatkan Rp225.000 per tiga bulan.
Untuk tingkat sekolah menengah pertama, bantuan yang diberikan sebesar Rp375.000.
Sedangkan siswa sekolah menengah atas memperoleh Rp500.000 setiap tahap pencairan.
Kelompok lanjut usia mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000 per tiga bulan.
Penyandang disabilitas berat juga memperoleh jumlah yang sama yaitu Rp600.000.
Baca Juga: PKH Tahap I 2026 Mulai Cair, Warga Serbu Cek Bansos Kemensos: Ini Cara dan Nominalnya
Adapun korban pelanggaran HAM berat menerima bantuan lebih besar yakni Rp2.700.000 setiap tahap.
Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT sebagai tambahan dukungan bagi masyarakat.
Melalui program ini, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp200.000 per bulan.
Karena pencairan dilakukan per tiga bulan, total yang diterima dalam satu tahap mencapai Rp600.000.
Dana bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk tunai langsung, melainkan melalui saldo elektronik.
Saldo ini dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau agen bank yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Dengan sistem ini, diharapkan bantuan dapat tepat sasaran dan digunakan sesuai kebutuhan.
Agar tidak mengalami kendala saat pencairan, masyarakat dianjurkan untuk mengecek status penerima bantuan secara mandiri.
Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi Kementerian Sosial dengan langkah yang cukup mudah.
Pengguna hanya perlu membuka laman cekbansos.kemensos.go.id melalui perangkat masing-masing.
Setelah itu, masukkan data diri sesuai dengan KTP dan isi kode verifikasi yang tersedia.
Selanjutnya, klik tombol pencarian data untuk melihat status penerimaan bantuan.
Jika terdaftar, akan muncul keterangan yang menunjukkan bahwa penerima berhak mendapatkan PKH maupun BPNT.
Selain melalui situs web, pengecekan juga bisa dilakukan lewat aplikasi Cek Bansos yang tersedia di perangkat smartphone.
Pengguna perlu mengunduh aplikasi tersebut terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
Setelah terpasang, pilih menu cek bantuan sosial dan masukkan data sesuai identitas resmi.
Ikuti proses verifikasi yang diminta oleh sistem hingga selesai.
Kemudian tekan tombol pencarian untuk mengetahui apakah terdaftar sebagai penerima manfaat.
Dengan melakukan pengecekan secara rutin, masyarakat dapat memastikan bantuan diterima tepat waktu.
Langkah ini juga membantu menghindari kesalahan data atau kendala administratif lainnya.
Pemanfaatan bantuan sosial selama Ramadhan diharapkan mampu membantu kebutuhan pangan keluarga.
Tidak hanya itu, program ini juga menjadi upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










