Menu MBG Selama Tiga Hari di Katumbiri Picu Kekecewaan, Warga Soroti Anggaran Rp10 Ribu per Hari

AKURAT BANTEN - Kekecewaan menyelimuti sejumlah wali murid di Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis, setelah menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut untuk jatah tiga hari. Menu yang diterima dinilai tidak sepadan dengan anggaran yang disebut mencapai Rp10 ribu per hari per siswa.
Dalam foto yang diterima, satu paket berisi empat lembar roti tawar, dua butir telur, tiga butir kurma, satu bungkus kecil kacang hijau, dan satu cup talam ubi ungu. Paket tersebut disebut sebagai jatah makan untuk tiga hari.
"Kalau memang Rp10 ribu per hari, berarti tiga hari Rp30 ribu. Masa cuma dapat segitu?" ujar LK salah satu wali murid dengan nada kecewa.
Baca Juga: Viral! Aksi Kejam Pencuri di Bogor: Kambing Dijagal di Lokasi, Hanya Sisakan Jeroan dalam Karung
Menurutnya, para orang tua bukan menolak program MBG justru sebaliknya, mereka mendukung penuh program nasional tersebut karena bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah.
Namun, kata dia, mereka mempertanyakan realisasi di lapangan saay ini dianggap jauh dari harapan orang tua murid.
"Ini program nasional, harusnya bagus dan diawasi ketat. Jangan sampai anggaran yang digelontorkan pemerintah jadi ajang korupsi di tingkat bawah," katanya.
Baca Juga: Viral! Aksi Kejam Pencuri di Bogor: Kambing Dijagal di Lokasi, Hanya Sisakan Jeroan dalam Karung
Menurut LK, dengan total anggaran Rp30 ribu untuk tiga hari, menu seharusnya bisa lebih bervariasi dan memenuhi unsur gizi seimbang, seperti adanya sayur, buah segar, atau susu.
Dia mengaku kecewa terhadap dapur MBG yang berda di Katumbiri lantaran memberikan menu asal jadi untuk beberapa sekolah di Desa Tersebut.
"Pertama mah mending, ada ayam, rolade, sayur, buah. Sekarang untuk tiga hari cuma itu saja. Tanpa susu, tanpa buah," cetusnya.
Dia menilai, Program MBG merupakan program nasional yang dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah dengan standar komposisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang seimbang.
Anggaran yang disebut sekitar Rp10 ribu per porsi per hari, ungkap LK, diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, tergantung pengelolaan dan harga bahan pangan di daerah.
"Sebagai orang tua siswa saya berharap ada transparansi dalam pengelolaan dana serta evaluasi terhadap penyediaan menu di tingkat pelaksana. Saya meminta pemerintah daerah dan pihak terkait turun tangan memastikan kualitas makanan sesuai dengan anggaran dan standar gizi yang telah ditetapkan," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola program MBG di Kecamatan Cigeulis terkait keluhan warga tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bukan Gibran? Prabowo Disebut Punya 4 Kandidat Cawapres, Ada Nama Mengejutkan
- 2Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 3Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 4Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
- 5Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 6Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Dokumen Pendidikan Gibran, Ada Keterangan yang Dipertanyakan
- 7Langit Malam 14 September Bikin Geger, Bulan dan Venus Ternyata Punya 'Pertunjukan' Khusus
- 8Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 9Pakar Beri Peringatan Keras ke Menkeu Baru Suahasil: Jangan Asal Ikuti Perintah, Ada Risiko Hukum!
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Andi Sinulingga Malah Singgung Raja Juli, 'Kenapa Tak Diganti Lebih Dulu?'









