Banten

Aksi Kebersamaan ASN Kudus Jadi Sorotan Menjelang Idulfitri

Riski Endah Setyawati | 25 Februari 2026, 04:35 WIB
Aksi Kebersamaan ASN Kudus Jadi Sorotan Menjelang Idulfitri

Akurat Banten - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berpartisipasi dalam aksi donasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Langkah ini ditujukan untuk membantu para pegawai dengan status PPPK paruh waktu yang tidak memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) dari pemerintah.

ASN sendiri terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta PPPK paruh waktu.

Di wilayah Kudus, jumlah PNS dan PPPK tercatat mencapai 6.741 orang dan dipastikan akan menerima THR tahun 2026.

Sementara itu, terdapat 2.606 pegawai dengan status PPPK paruh waktu yang tidak mendapatkan hak serupa sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mengambil inisiatif dengan menggalang donasi dari ASN yang menerima THR.

Nantinya, dana yang terkumpul akan dibagikan kepada ribuan PPPK paruh waktu sebagai bentuk kepedulian menjelang Lebaran.

Baca Juga: Empat Hari Diguyur Hujan Deras, Sungai Meluap Rendam Permukiman Warga Denpasar Selatan

Namun karena sifatnya sukarela, jumlah donasi yang terkumpul belum bisa dipastikan sejak awal.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa ajakan tersebut tidak bersifat wajib.

"Imbauan untuk berdonasi ini sifatnya sukarela dan tanpa unsur paksaan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses pengumpulan dana akan dilakukan melalui masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Hal ini mengingat penyebaran PPPK paruh waktu berada di berbagai OPD di lingkungan Pemkab Kudus.

Menurut Sam’ani, mekanisme ini diharapkan mempermudah koordinasi sekaligus memastikan penyaluran berjalan tertib.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan tersebut muncul sebagai bentuk solidaritas antarpegawai di lingkungan pemerintahan.

Pasalnya, regulasi yang berlaku memang tidak mengatur pemberian THR bagi PPPK paruh waktu.

Oleh karena itu, inisiatif berbagi ini diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan yang lebih merata menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

"Ini sebagai bentuk solidaritas. Teman-teman OPD mengumpulkan donasi dari ASN yang berkenan berbagi kepada teman-teman yang tidak mendapatkan THR. Yang penting tidak ada pemaksaan dan dilakukan dengan ikhlas," katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa konsep serupa bukan hal baru baginya.

Saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, ia pernah menjalankan program donasi internal.

Program tersebut kala itu dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa kebersamaan antarpegawai.

Menurutnya, semangat gotong royong seperti ini penting dipertahankan dalam lingkungan birokrasi.

"Aksi donasi ini dalam rangka solidaritas untuk berbahagia bersama dalam merayakan hari raya," ujarnya.

Ia berharap seluruh ASN dapat menjaga nilai kepedulian sosial, sehingga tidak ada pegawai yang merasa tertinggal dalam momen Lebaran.

Dengan adanya gerakan ini, diharapkan seluruh pegawai, termasuk PPPK paruh waktu, tetap dapat merasakan suasana kebahagiaan saat hari raya tiba.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan arahan tersebut.

Baca Juga: Ramai Disorot, Tasya Kamila Ungkap usai 8 Tahun Kuliah di Luar Negeri dari Awardee LPDP hingga jadi Duta Lingkungan Hidup

Ia memastikan akan mengajak jajaran ASN di lingkungan dinasnya untuk turut berdonasi secara sukarela.

"Total ASN di kantor Dinas PMD ada 32 orang, sedangkan PPPK paruh waktu ada 10 orang, serta ditambah dua tenaga alih daya (outsourcing)," jelasnya.

Menurutnya, seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada pegawai yang tidak memperoleh THR sesuai aturan.

Ia menambahkan bahwa di lingkungan Dinas PMD sendiri terdapat 12 pegawai yang tidak mendapatkan THR tahun ini.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan bisa sedikit meringankan beban sekaligus menambah kebahagiaan menjelang hari raya.

Program ini pun menjadi contoh nyata bagaimana solidaritas dapat tumbuh di tengah keterbatasan kebijakan.

Meskipun tidak diatur secara formal oleh pemerintah pusat, langkah gotong royong ini menjadi solusi alternatif yang dinilai cukup efektif.

Selain membantu secara finansial, inisiatif ini juga mempererat hubungan antarpegawai di lingkungan pemerintahan daerah.

Bagi sebagian ASN, berbagi THR mungkin terasa sebagai hal kecil.

Namun bagi PPPK paruh waktu, bantuan tersebut bisa menjadi tambahan berarti dalam menyambut Lebaran bersama keluarga.

Dengan pendekatan sukarela dan penuh keikhlasan, program ini diharapkan berjalan lancar tanpa menimbulkan polemik.

Pemerintah Kabupaten Kudus pun optimistis semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga di masa mendatang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.