Banten

Anggaran Makan Bergizi Gratis Terancam Ditarik, Menkeu dan Presiden Prabowo Sepakat Percepat Penyerapan

Andi Syafrani | 19 September 2025, 15:30 WIB
Anggaran Makan Bergizi Gratis Terancam Ditarik, Menkeu dan Presiden Prabowo Sepakat Percepat Penyerapan

AKURAT BANTEN – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (19/9), Purbaya menegaskan bahwa anggaran program MBG akan ditarik kembali jika penyerapan dana tidak menunjukkan perkembangan signifikan hingga akhir Oktober.

 Baca Juga: Ratusan Warga Kabupaten Tangerang Terinfeksi HIV AIDS, Dinkes Imbau Masyarakat Tak Diskriminatif

Keputusan ini, menurut Purbaya, telah dibahas secara mendalam dengan Presiden Prabowo, yang memberikan dukungan penuh terhadap langkah tersebut.

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan dana negara tidak mengendap terlalu lama dan dapat dialokasikan ke sektor lain yang lebih membutuhkan.

"Jika hingga akhir Oktober penyerapan anggaran MBG masih rendah, kami akan menarik kembali dana tersebut. Dana ini bisa dialihkan untuk mengurangi defisit anggaran, atau bahkan untuk menekan jumlah utang negara," ujar Purbaya kepada wartawan.

 Baca Juga: Aksi Blokade Sopir Truk Tambang di Parung Panjang Picu Kemacetan Panjang di Perbatasan Tangerang-Bogor

Purbaya juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sangat mendukung upaya percepatan penyerapan anggaran program MBG.

"Pak Prabowo mengatakan 'oke, bagus'. Beliau bahkan mendorong kami untuk membantu mempercepat realisasi program ini," tambahnya.

Namun, Purbaya menekankan pentingnya adanya konsekuensi bagi pelaksana program agar bekerja dengan sungguh-sungguh.

"Jika tidak ada sanksi, mereka bisa saja bekerja setengah hati. Padahal, kami ingin program ini segera berjalan agar masyarakat, terutama anak-anak sekolah, dapat segera merasakan manfaatnya," jelasnya.

 Baca Juga: AYO! Pemuda Pemudi Merapat: Ada Pelatihan Social Media Specialist Gratis dari BLK Kota Tangerang, Dapat Uang Transport dan Sertifikat BNSP Resmi!

Program MBG merupakan salah satu janji kampanye utama Presiden Prabowo yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah.

Program ini diharapkan dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Meskipun demikian, implementasi program MBG di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Beberapa sekolah dan daerah dilaporkan belum siap dengan infrastruktur pendukung, seperti dapur umum dan sistem distribusi bahan makanan.

Hal ini menyebabkan penyerapan anggaran berjalan lambat dan belum mencapai target yang diharapkan.

 Baca Juga: Ada Tambahan Minyak Goreng di Bansos Pangan, Menkeu Purbaya Makin Ketat Awasi Anggaran Kementerian dan Lembaga

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Keuangan akan mengirimkan tim khusus ke daerah-daerah untuk membantu mempercepat penyerapan anggaran program MBG. Tim ini akan bertugas mengidentifikasi dan mengatasi kendala administratif maupun teknis yang menghambat pelaksanaan program.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan penarikan anggaran bukanlah bentuk hukuman, melainkan langkah realistis untuk memastikan dana negara tetap produktif.

"Jika dana tersebut tidak dapat diserap, lebih baik kami alihkan ke sektor lain yang jelas dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Baca Juga: HANCUR! Hati Ayu Ting Ting: Bilqis Tak Diakui Ayah Kandungnya, Kini Tolak Punya Ayah Baru

Dengan ketegasan pemerintah ini, masyarakat kini menantikan apakah program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Indonesia.

Keberhasilan program ini bukan hanya soal memenuhi janji kampanye, tetapi juga tentang memastikan masa depan anak-anak Indonesia yang berhak mendapatkan gizi yang layak sejak usia sekolah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC