Bukan Mahasiswa, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kericuhan Bandung: Gerombolan Baju Hitam Pembuat Molotov!

AKURAT BANTEN-Bandung kembali menjadi saksi bisu gelombang demonstrasi yang tak kunjung surut.
Aksi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, yang awalnya menyuarakan isu seperti pengesahan UU Perampasan Aset dan penolakan gaji besar DPR, kini bergeser ke satu tuntutan yang lebih panas: pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Para demonstran, yang mayoritas mahasiswa, menilai kinerja Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit dinilai gagal dalam mengelola aksi massa.
Aksi-aksi yang seharusnya berjalan damai justru berakhir dengan ketegangan karena tindakan represif aparat.
Koordinator Lapangan Cipayung Plus, Rafli Salam, menyebut situasi ini sebagai "akumulasi kekesalan masyarakat" yang sudah sampai pada puncaknya.
"Pemerintah tidak becus menyelesaikan masalah... bukannya mendengar dan bersikap untuk mendapat solusi, malah menambah kekuatan pengamanan," tegas Rafli.
Ia juga menegaskan bahwa jika reformasi Polri tidak segera dilakukan, gelombang massa yang lebih besar akan datang.
Fakta di Balik Kericuhan: Kesaksian Warga Ungkap Adanya Oknum "Penyusup"
Di tengah sorotan publik terhadap aksi demonstrasi ini, muncul sebuah kesaksian mengejutkan yang menambah daftar pertanyaan.
Seorang warga Tamansari, Dai, secara tak sengaja menjadi saksi mata dari sebuah peristiwa yang sangat mengkhawatirkan.
Pada Sabtu (30/8/2025) malam, saat kericuhan meluas di Jalan Ir H Djuanda, Dai melihat sekelompok gerombolan berpakaian hitam di sebuah warung di Jalan Tamansari.
Mereka bukanlah mahasiswa yang berorasi, melainkan sekelompok pemuda yang sedang asyik membuat bom molotov.
"Saya waktu itu lihat antara jam 9 sampai jam 10 malam... rata-rata pelajar ada lebih dari 10 orang. Mereka lagi buat bom molotov," ungkap Dai.
Menurut kesaksian Dai, para pemuda ini terlihat dalam kondisi mabuk. Saat ditanya, mereka mengaku berasal dari SMA di Kota Bandung dan bahkan mengaku bersama dengan sebuah ormas.
Namun, saat ditanya lebih lanjut, mereka bungkam.
Yang lebih mencengangkan, salah satu dari mereka bahkan mengatakan alasan mereka ikut demonstrasi hanyalah "ikut-ikutan" dan tidak takut dengan orang tua karena sudah tidak memiliki ayah.
Saat ditanya mau sampai kapan demo, jawabannya singkat: "Sampai menang."
Baca Juga: Jam Tangan Mewah Sahroni Kembali dengan Cara Tak Wajar? Pelaku Penjarahan Jadi Sorotan
Siapa Dalang di Balik Semua Ini?
Kesaksian ini membuka mata publik tentang adanya kemungkinan oknum provokator atau "penyusup" yang memanfaatkan momentum demonstrasi untuk menciptakan kekacauan.
Gerombolan pembuat bom molotov ini diduga kuat bukan bagian dari massa aksi mahasiswa yang berorasi. Aksi mereka justru berpotensi merusak citra perjuangan mahasiswa yang menuntut reformasi.
Pertanyaannya, siapa yang menggerakkan mereka? Apakah mereka adalah pelajar yang terjebak dalam arus provokasi atau memang sengaja disusupkan oleh pihak-pihak tertentu?
Baca Juga: Innalillahi, Acil Bimbo Meninggal Dunia: Sosok Legendaris yang Dikenang Lewat Karya Abadi
Peristiwa ini menunjukkan bahwa di balik setiap aksi massa, selalu ada potensi konflik yang lebih kompleks.
Tuntutan mahasiswa untuk pencopotan Kapolri adalah puncak dari kekecewaan publik terhadap kinerja aparat, sementara di sisi lain, ada upaya-upaya yang mencoba mengacaukan situasi dan merusak tujuan mulia dari sebuah demonstrasi (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 2Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 3Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 6Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 7Infrastruktur IT Badan Gizi Nasional Lumpuh, Sinkronisasi Data MBG di Lapangan Kacau
- 8Buntut OTT Kepala BPN, Warga Tanah Tinggi Buka Suara Soal Dugaan Pungli PTSL Rp27,5 Juta
- 9Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 10Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan









