Banten

Lonjakan Campak di Pamekasan: Balita Meninggal, Dinkes Tegaskan Pentingnya Imunisasi

Moehamad Dheny Permana | 28 Agustus 2025, 19:22 WIB
Lonjakan Campak di Pamekasan: Balita Meninggal, Dinkes Tegaskan Pentingnya Imunisasi

Akurat Banten - Seorang balita berusia empat tahun di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, meninggal dunia setelah menunjukkan gejala mirip campak saat menjalani perawatan di sebuah puskesmas.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pamekasan, Avira Sulistyowati, mengungkapkan bahwa status pasien masih dikategorikan sebagai terduga campak karena hasil laboratorium resmi belum diterima.

“Gejala yang muncul sangat mengarah pada campak, namun kepastian tetap menunggu uji laboratorium,” jelas Avira.

Ia menerangkan, tim medis mendeteksi gejala awal berupa demam tinggi disertai batuk, pilek, dan mata merah menyerupai flu.

Tak lama kemudian, muncul bercak putih kecil atau koplik di dalam mulut, yang diikuti ruam merah menyebar ke seluruh tubuh beberapa hari setelah gejala pertama.

“Bercak putih itu biasanya menjadi tanda khas, sehingga tim medis menduga kuat mengarah pada campak,” imbuhnya.

Baca Juga: DLHK Catat Ada 20 TPS Ilegal di Kabupaten Tangerang, Gandeng Kejaksaan untuk Lakukan Penindakan

Avira menegaskan bahwa untuk menghindari kesimpulan prematur, pemeriksaan laboratorium tetap dijalankan.

Sementara itu, kasus campak di Pamekasan dilaporkan mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini.

Berdasarkan data Dinkes, hingga akhir Agustus 2025, terdapat 123 anak dinyatakan positif campak dari total 261 anak dengan gejala serupa.

Jumlah ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 25 anak positif campak.

“Peningkatan kasus tidak terlepas dari rendahnya cakupan imunisasi, sehingga banyak anak tidak memiliki perlindungan optimal,” tegas Avira.

Pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan, telah menggencarkan program imunisasi sejak 20 Agustus 2025.

Sasaran program ini mencapai 5.016 anak di berbagai wilayah Pamekasan, dengan harapan dapat menekan laju penyebaran penyakit.

Menurut Avira, langkah ini bukan hanya penting untuk melindungi anak-anak yang belum terpapar, tetapi juga untuk membangun kekebalan kelompok di masyarakat.

Kasus meninggalnya balita ini menjadi alarm keras bagi orang tua agar tidak menunda imunisasi anak.

Apalagi, campak termasuk penyakit yang sangat menular dan dapat memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.

“Imunisasi merupakan benteng utama pencegahan. Jangan tunggu anak sakit baru menyesal,” ucap Avira.

Baca Juga: Ikut Turun Aksi 28 Agustus, Mahasiswa Tangerang Bergerak ke DPR RI

Selain program vaksinasi, Dinas Kesehatan Pamekasan juga melakukan sosialisasi langsung ke desa-desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Langkah ini dilakukan agar masyarakat lebih paham mengenai bahaya campak serta pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi balita.

Lonjakan kasus yang terjadi tahun ini sekaligus menjadi peringatan bahwa kelengahan terhadap imunisasi dapat berakibat fatal.

Kasus kematian balita terduga campak di Pamekasan kini menambah daftar panjang korban penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi.

Pemerintah daerah pun terus mengimbau agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi, demi memutus rantai penularan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.