Pemkab Tangerang Terima 120 Aduan Pencemaran Lingkungan, 19 Perusahaan Kena Sanksi

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 120 aduan dugaan pencemaran lingkungan dari aktivitas industri skala kecil hingga menengah sepanjang Januari hingga Juli 2025.
Kepala Seksi Bina Hukum Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha, mengatakan aduan yang masuk sebagian besar sudah ditindaklanjuti. Beberapa perusahaan yang terbukti melanggar aturan lingkungan pun telah dijatuhi sanksi.
"Rata-rata pengaduan terkait masalah sampah. Sekitar 40 persen laporan adalah soal pembuangan sampah liar," ujarnya di Tangerang, Rabu (27/08/2025).
Baca Juga: Tingginya Kandungan Fenol hingga BOD, pada Air di Situ Cangkring Sebabkan Ikan Mati
Sandi menjelaskan, dugaan pencemaran tidak hanya terjadi di satu sektor, melainkan hampir menyentuh semua aspek lingkungan, mulai dari tanah, sungai, permukiman, hingga udara.
Hasil penindakan menunjukkan 19 perusahaan sudah dikenai sanksi administrasi berupa denda, sementara lima perusahaan lain terancam hukuman pidana karena terbukti menghasilkan limbah berbahaya dan beracun (B3).
“Perusahaan yang masuk ranah pidana rata-rata bergerak di bidang peleburan, karena menghasilkan limbah B3. Kalau sudah P21, nantinya jaksa yang menentukan berdasarkan bukti dari kementerian,” kata Sandi.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Tambah Anggaran Rp14,4 Triliun untuk PIP hingga Upah Guru Honorer
Ia menambahkan, kasus pencemaran yang melibatkan industri menengah hingga besar sebagian ditangani langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) maupun aparat kepolisian.
“Misalnya, ada tiga kasus peleburan ditangani KLHK dan dua kasus lainnya, yakni peleburan besi dan produksi tisu, sudah ditangani Mabes Polri,” jelasnya.
Menurutnya, penegakan hukum lingkungan kini bisa berjalan paralel, mulai dari sanksi administrasi, denda, hingga pidana.
Baca Juga: Siapa Wamenaker Baru Pengganti Immanuel Ebenezer? Begini Kata Presiden Prabowo
“Khusus untuk limbah B3, bisa dikenakan tiga jenis sanksi sekaligus,” tegas Sandi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus









