Banten

Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjerat OTT KPK, Kasus Pemerasan Jadi Sorotan Publik

Moehamad Dheny Permana | 21 Agustus 2025, 19:13 WIB
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjerat OTT KPK, Kasus Pemerasan Jadi Sorotan Publik

Akurat Banten - Operasi tangkap tangan (OTT) kembali dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kali ini menyasar pejabat tinggi di lingkup kementerian.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, diamankan tim penyidik antirasuah bersama sejumlah pihak lain pada Kamis, 21 Agustus 2025.

“Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

Menurut Fitroh, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan.

Selain Wamenaker, ada sekitar sepuluh orang lain yang turut dibawa oleh tim KPK untuk menjalani pemeriksaan awal.

Sesuai aturan, lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring.

Saat ini mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Publik pun menyoroti langkah cepat KPK ini, mengingat sosok Immanuel Ebenezer dikenal cukup vokal di ruang publik sebelum menjabat sebagai pejabat negara.

Kasus ini sekaligus menambah daftar panjang OTT yang digelar KPK sepanjang tahun 2025.

Data menunjukkan, penangkapan kali ini merupakan operasi kelima.

Baca Juga: Kebakaran Heboh di Tebet, Puluhan Petugas Dikerahkan Padamkan Api di Permukiman Warga

Sebelumnya, pada Maret 2025, KPK membongkar praktik suap yang melibatkan anggota DPRD serta pejabat Dinas PUPR Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Lalu pada Juni 2025, tim KPK kembali bergerak di Sumatera Utara terkait dugaan suap proyek pembangunan jalan.

Kasus tersebut menyeret pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumut serta Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I.

Memasuki Agustus 2025, KPK melakukan operasi besar-besaran selama dua hari di Jakarta, Kendari, dan Makassar.

Operasi itu mengungkap dugaan korupsi pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Tak lama berselang, pada 13 Agustus 2025, OTT kembali digelar di Jakarta.

Kali ini kasusnya berkaitan dengan dugaan suap dalam kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Serangkaian penangkapan tersebut menunjukkan konsistensi lembaga antikorupsi dalam menindak berbagai praktik rasuah di berbagai sektor.

Namun, keterlibatan seorang pejabat setingkat wakil menteri tentu menjadi perhatian khusus.

Pengamat hukum menilai, kasus ini bisa menjadi pukulan telak bagi pemerintah karena menyangkut pejabat yang berada di lingkaran kementerian strategis.

Apalagi, isu ketenagakerjaan saat ini tengah menjadi sorotan akibat berbagai persoalan lapangan kerja dan perlindungan buruh.

Kehadiran nama besar seperti Immanuel Ebenezer dalam pusaran kasus korupsi menimbulkan tanda tanya publik.

Banyak pihak menunggu transparansi KPK dalam mengungkap konstruksi perkara secara jelas.

Sementara itu, KPK menegaskan pihaknya akan bekerja profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga: 30 Rumah di Jambe Tangerang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

“Semua pihak yang diamankan masih diperiksa. Kami akan sampaikan perkembangan selanjutnya setelah gelar perkara,” ujar Fitroh.

Meski demikian, wacana pemberantasan korupsi di Indonesia kembali diuji.

Setiap OTT seakan membuka tabir baru bahwa praktik rasuah masih terjadi di berbagai level pemerintahan, dari daerah hingga pusat.

Masyarakat pun berharap penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu, termasuk kepada pejabat tinggi sekalipun.

Kini, bola panas berada di tangan KPK.

Keputusan dalam 24 jam mendatang akan menentukan apakah Immanuel Ebenezer resmi ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Satu hal yang pasti, drama politik dan hukum di Tanah Air kembali memasuki babak baru.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.