Banten

Polisi Tampilkan Barang Milik Arya Daru, Penyelidikan Kematian Masih Sisakan Tanda Tanya

Moehamad Dheny Permana | 29 Juli 2025, 21:06 WIB
Polisi Tampilkan Barang Milik Arya Daru, Penyelidikan Kematian Masih Sisakan Tanda Tanya

Akurat Banten - Polda Metro Jaya kembali menyita perhatian publik setelah menampilkan sejumlah barang milik Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri yang ditemukan meninggal secara misterius.

Meski penyebab kematian telah diumumkan, sejumlah pihak masih menyimpan pertanyaan terkait detil kasus ini.

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa, 29 Juli 2025, puluhan barang bukti dipamerkan di atas meja panjang, dari mulai pakaian, laptop, hingga karya tulis pribadi milik almarhum.

“Ini adalah bagian dari transparansi penyelidikan kami,” ujar Kombes Pol Wira Satya, salah satu pejabat Ditreskrimum.

Ia menegaskan bahwa seluruh barang tersebut telah melalui proses identifikasi dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Di antara barang yang menarik perhatian adalah sebuah buku dengan judul “Diplomat Pertama: Sebuah Pencapaian Cita-cita”, yang ditulis langsung oleh Arya.

Buku tersebut kini menjadi simbol perjuangan dan idealisme almarhum selama berkarier sebagai diplomat muda.

Baca Juga: Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan dalam Kematian Diplomat Muda Arya Daru

Selain itu, polisi juga menunjukkan barang-barang kecil seperti gelas kaca, gulungan lakban kuning, beberapa kantong plastik, dan sisa makanan.

Beberapa netizen di media sosial menilai barang-barang tersebut memperkuat dugaan bahwa ada peristiwa yang tidak biasa sebelum kematian Arya.

Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain.

“Semua hasil otopsi dan forensik mengarah pada satu kesimpulan bahwa kematian ini tidak melibatkan pihak eksternal,” jelas Wira.

Meski demikian, Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam meminta masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan analisa dan evaluasi menyeluruh bersama Polda Metro Jaya dan Komnas HAM.

“Sampai saat ini belum ditemukan fakta baru yang bisa mengubah arah penyelidikan,” ungkap Anam saat ditemui usai mengikuti rapat Anev pada Senin, 28 Juli 2025.

Baca Juga: Buntut Paksa Ibu dan Bayi Turun dari Mobil, 4 Opang Ditetapkan Jadi Tersangka

Ia menambahkan, “Kami hadir bukan untuk menyimpulkan, melainkan memastikan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara akuntabel dan sesuai aturan.”

Publik masih berharap akan adanya penjelasan yang lebih mendalam, terutama terkait konteks terakhir Arya sebelum meninggal.

Terlebih, nama Arya sudah cukup dikenal di kalangan diplomat muda sebagai sosok yang cerdas, kritis, dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.

“Dia orang baik, jujur, dan punya integritas. Kami semua masih syok,” kata seorang rekan Arya di Kemlu.

Hingga kini, beberapa elemen masyarakat sipil mendorong agar kasus ini tidak hanya berhenti pada penampilan barang bukti, tetapi juga ada pembukaan kronologi secara utuh agar publik memperoleh gambaran yang lengkap tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap kasus ini, Polda Metro Jaya diharapkan terus menjaga transparansi demi menjawab rasa penasaran publik.

“Kami berkomitmen untuk terus terbuka,” tutup Wira.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.