Banten

Jokowi Bicara Blak-blakan soal Ijazah dan KKN di Hadapan Alumni Kehutanan UGM

Moehamad Dheny Permana | 26 Juli 2025, 22:42 WIB
Jokowi Bicara Blak-blakan soal Ijazah dan KKN di Hadapan Alumni Kehutanan UGM

Akurat Banten - Dalam suasana hangat penuh nostalgia, reuni ke-45 Angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi panggung tak biasa bagi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Di hadapan para sahabat lamanya, Jokowi menyelipkan candaan dan sindiran halus terkait isu ijazah palsu yang sempat ramai diperbincangkan publik.

“Mengenai nostalgia ya, saya lihat senang semuanya. Tapi jangan seneng dulu lho karena ijazah saya masih diragukan,” ujar Jokowi.

Suasana seketika mencair, namun makna dari kalimat itu jelas: sindiran kepada tudingan yang dianggapnya tak berdasar.

Dengan gaya santai, Jokowi mengingatkan bahwa jika tuduhan itu benar, bukan hanya dirinya yang terlibat, melainkan seluruh angkatan.

“Hati-hati nanti keputusan di pengadilan. Begitu keputusannya asli, Bapak Ibu boleh senang-senang. Tapi begitu tidak, yang 88 (alumni) juga kena,” ujarnya.

Di balik candaannya, Jokowi menyelipkan kekecewaan. Ia merasa heran, bagaimana mungkin perjalanan akademisnya yang panjang dan melelahkan bisa dipertanyakan.

“Saya kadang geleng-geleng juga ini, kadang enggak masuk logika. Tapi ya kejadiannya seperti yang kita lihat. Ini kita kuliah sulit-sulit. Tapi kalau saya, lulus semua. Lulus terus, lulus terus,” ungkapnya.

Baca Juga: CPO Aceh Diekspor Langsung ke India, Pemerintah Daerah Sebut Jadi Momentum Baru

Ia bahkan menyinggung sahabat lamanya, Jambro Sasongko, yang dikenal sering mengulang mata kuliah matematika.

Dengan santai Jokowi berkata, “Kalau yang diragukan Pak Jambro itu boleh. Matematikanya mengulang terus. Saya itu enggak pernah mengulang.”

Tuduhan terhadapnya, menurut Jokowi, terus berganti fokus.

“Begitu ijazahnya sulit, dicari-cari salahnya, belok ke skripsi. Skripsinya juga (dianggap) palsu. Ganti lagi ke KKN. Ini dari ijazah lari ke skripsi, lari ke KKN. KKN-nya didatangi ke sana,” ujarnya.

Jokowi pun menyebut detail pengalamannya.

Ia ingat dosen pembimbingnya adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro, dengan penguji Ranu Gede dan Ir. Sofyan Wasito.

Bahkan lokasi KKN-nya pun masih segar dalam ingatannya.

Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Bantuan Kuota Internet dan Chromebook di Kemendikbudristek

“Saya ingat KKN-nya di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali,” katanya.

Ia menekankan bahwa Ir. Kasmujo memang membimbingnya secara langsung, bahkan sampai setelah lulus.

“Sampai kapan pun saya akan menyampaikan, Pak Kasmujo itu dosen pembimbing saya. Karena memang dosen pembimbing saya,” tegasnya.

Meski belum sepenuhnya pulih secara fisik, Jokowi tetap hadir di acara reuni.

“Saya ini sebetulnya kondisinya belum 100 persen (sehat). Selama tiga bulan ini masih dalam pemulihan,” ujarnya jujur.

Namun, ia merasa perlu datang untuk membuktikan bahwa dirinya tak gentar menghadapi tuduhan yang ada.

Baca Juga: Perumda Tirta Benteng Terjerat Utang Rp19 Miliar, Kebocoran Air Lampaui Batas Nasional

“Ini saya paksakan datang betul. Bayangkan kalau saya enggak datang. Nanti 67 orang ngumpul semuanya, Jokowi di mana? ramai lagi nanti,” ucapnya.

Reuni yang semula diniatkan sebagai ajang pertemuan teman lama, ternyata menjadi panggung refleksi sekaligus sindiran penuh tawa dari seorang presiden terhadap tuduhan yang mengiringinya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.