Kota Layak Anak Tercoreng, Marak Prostitusi Dibawah Umur di Kota Tangerang Masuk TPPO

AKURAT BANTEN - Pada momen Hari Anak Nasional, maraknya keberadaan pekerja seks komersial (PSK) yang berusia dibawah umur, seakan telah mencoreng Kota Tangerang yang sebelumnya dinobatkan sebagai Kota Layak Anak Utama.
Para gadis muda itu, diketahui semakin liar dalam menjajakan kepuasan birahi melalui aplikasi online. Bersama dengan rekan seprofesinya, mereka tak pernah jera walau beberapa kali tertangkap razia oleh petugas.
Seperti pada razia Satpol PP Kota Tangerang pada, Kamis (16/7/2025). Dalam penggerebekan yang dilakukan atas adanya keresahan masyarakat itu, petugas mengamankan 12 gadis dibawah umur yang sedang melayani tamunya.
Padahal, razia di guest house yang berada di kawasan Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang itu, sebelumnya telah dilakukan. Hasilnya pun tak berbeda. Belasan gadis muda serta pasangan tidak sah ditemukan.
Kepala Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tito Chairil Yustiadi mengaku jika pihaknya telah berupaya mencegah penyakit masyarakat tersebut.
“Ini kan penyakit masyarakat. Kewenangan kita itu, sebelumnya sudah memberikan program pelatihan usaha kepada 2600 perempuan se-Kota Tangerang, supaya para perempuan mempunyai skill,” ujar Tito kepada Akurat Banten, Kamis (17/7/2025).
Baca Juga: Bikin Geger! Gubernur Banten Resmikan Pabrik Pestisida Terbesar Asia Tenggara, Ini Dampaknya
Menurut Tito, upaya pencegahan dengan membekali skill diharapkan para kaum perempuan mempunyai kemampuan usaha sehingga menghindari dari hal-hal yang menjurus ke arah prostitusi.
Perihal anak-anak, pihaknya pun telah melakukan sosialisasi ke 104 kelurahan se-Kota Tangerang. Mulai dari persoalan kekerasan perempuan anak secara umum.
“Dan kita fokus tentang TPPO, bahaya dan menghindari keterlibatan. Salah satunya ini. Prostitusi langsung, maupun online pun marak juga. Ini perlu peran serta stakeholder masyarakat dan sejumlah OPD,” ungkap Tito.
Baca Juga: Cair Sekarang! Begini Cara Dapat Saldo DANA Gratis Tanpa Undang Teman, Terbukti Langsung Masuk
Sehingga Tito berharap, masyarakat bersama aparat wilayah bisa memonitoring secara komprehensif bersama-sama.
Pihaknya yang mengaku terus berupaya itu pun menyinggung terkait peralihan fungsi bangunan yang sebelumnya mes, kini menjadi penginapan.
“Dari itu kita bisa mendeteksinya. Kalau kita berdiskusi dengan BP2MI, ini masuknya perdagangan orang,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 7Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan






