Banten

Warga Jatiuwung Keluhkan Banjir Berulang, Diduga Akibat Drainase Tertutup Bangunan

Irsyad Mohammad | 2 Juli 2025, 12:59 WIB
Warga Jatiuwung Keluhkan Banjir Berulang, Diduga Akibat Drainase Tertutup Bangunan

AKURAT BANTEN - Warga RT 02 RW 01 Kelurahan Jatiuwung, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang kembali dikepung banjir setiap kali hujan turun. Genangan air yang muncul bahkan tidak hanya merendam permukiman, tapi juga mengganggu aktivitas warga dan kegiatan ibadah di mushola.

Budi, salah satu warga mengatakan banjir di wilayahnya terjadi hampir setiap hujan, meskipun durasinya singkat. 

Ia menyebut penyebab utama genangan air tersebut adalah saluran drainase yang kini tertutup oleh bangunan.

"Sebelum bangunan itu berdiri, aliran air lancar, nggak pernah banjir. Tapi sekarang drainasenya ditutup total. Air nggak bisa ngalir, jadi meluap ke permukiman. Yang paling parah terdampak itu RT 02 RW 01, sampai ke mushola," kata Budi kepada Akurat.co Banten, Selasa (1/7/25).

Baca Juga: BBM Non Subsidi Naik Lagi Mulai Juli 2025, Ini Daftar Harga Terbaru yang Wajib Diketahui!

Menurut Budi, keluhan soal banjir ini sudah pernah disampaikan warga ke berbagai instansi, mulai dari Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Kecamatan. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah.

"Warga sudah bosan lapor ke mana-mana. Setiap hujan turun, kami harus siap-siap. Genangan kadang setinggi mata kaki sampai betis. Aktivitas terganggu, kendaraan juga susah lewat," keluhnya.

Budi menegaskan bahwa kawasan tersebut sebenarnya bukan langganan banjir. Sebelum ada bangunan di atas saluran air, drainase di lingkungan mereka masih berfungsi normal.

"Ini murni karena aliran air tidak bisa keluar. Harusnya kalau saluran dibuka, air bisa langsung ngalir ke jalur utama dan nggak meluap ke pemukiman," ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Siap Bangun Perkampungan Haji di Makkah, Prabowo dan Menag Bawa Misi Besar ke Arab Saudi

Warga berharap agar pemerintah kota segera mengambil tindakan tegas, termasuk membongkar bangunan yang berdiri di atas saluran drainase. 

Mereka khawatir, jika terus dibiarkan, dampak banjir akan semakin luas dan membahayakan.

"Keluhan warga ini, harusnya menjadi catatan penting untuk pemerintah, sebab wilayah Jatiuwung kan dikenal sebagai dataran tinggi yang tidak seharusnya menjadi titik genangan," cetusnya. 

"Namun akibat saluran air yang tertutup, banjir kini menjadi ancaman rutin setiap kali hujan datang," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.