Warga Jatiuwung Keluhkan Banjir Berulang, Diduga Akibat Drainase Tertutup Bangunan

AKURAT BANTEN - Warga RT 02 RW 01 Kelurahan Jatiuwung, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang kembali dikepung banjir setiap kali hujan turun. Genangan air yang muncul bahkan tidak hanya merendam permukiman, tapi juga mengganggu aktivitas warga dan kegiatan ibadah di mushola.
Budi, salah satu warga mengatakan banjir di wilayahnya terjadi hampir setiap hujan, meskipun durasinya singkat.
Ia menyebut penyebab utama genangan air tersebut adalah saluran drainase yang kini tertutup oleh bangunan.
"Sebelum bangunan itu berdiri, aliran air lancar, nggak pernah banjir. Tapi sekarang drainasenya ditutup total. Air nggak bisa ngalir, jadi meluap ke permukiman. Yang paling parah terdampak itu RT 02 RW 01, sampai ke mushola," kata Budi kepada Akurat.co Banten, Selasa (1/7/25).
Baca Juga: BBM Non Subsidi Naik Lagi Mulai Juli 2025, Ini Daftar Harga Terbaru yang Wajib Diketahui!
Menurut Budi, keluhan soal banjir ini sudah pernah disampaikan warga ke berbagai instansi, mulai dari Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Kecamatan. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah.
"Warga sudah bosan lapor ke mana-mana. Setiap hujan turun, kami harus siap-siap. Genangan kadang setinggi mata kaki sampai betis. Aktivitas terganggu, kendaraan juga susah lewat," keluhnya.
Budi menegaskan bahwa kawasan tersebut sebenarnya bukan langganan banjir. Sebelum ada bangunan di atas saluran air, drainase di lingkungan mereka masih berfungsi normal.
"Ini murni karena aliran air tidak bisa keluar. Harusnya kalau saluran dibuka, air bisa langsung ngalir ke jalur utama dan nggak meluap ke pemukiman," ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Siap Bangun Perkampungan Haji di Makkah, Prabowo dan Menag Bawa Misi Besar ke Arab Saudi
Warga berharap agar pemerintah kota segera mengambil tindakan tegas, termasuk membongkar bangunan yang berdiri di atas saluran drainase.
Mereka khawatir, jika terus dibiarkan, dampak banjir akan semakin luas dan membahayakan.
"Keluhan warga ini, harusnya menjadi catatan penting untuk pemerintah, sebab wilayah Jatiuwung kan dikenal sebagai dataran tinggi yang tidak seharusnya menjadi titik genangan," cetusnya.
"Namun akibat saluran air yang tertutup, banjir kini menjadi ancaman rutin setiap kali hujan datang," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






