Moskow dan Teheran Tegaskan Komitmen Nuklir Damai di Tengah Ketegangan Internasional

Akurat Banten - Rusia menyatakan komitmennya untuk terus mempererat kerja sama dengan Iran dalam bidang energi nuklir yang berlandaskan pada prinsip damai.
Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, yang menekankan bahwa kolaborasi antara kedua negara tersebut sepenuhnya legal dan tidak melanggar hukum internasional.
Zakharova menolak anggapan bahwa kerja sama ini menimbulkan keberatan dari pihak mana pun.
Ia menyebutkan bahwa hubungan antara Moskow dan Teheran dalam proyek-proyek nuklir sipil telah berlangsung lama dan saling menguntungkan.
Menurutnya, tak ada alasan hukum maupun moral untuk menghentikan atau mempertanyakan kerja sama tersebut.
Baca Juga: Larangan dan Mitos di Bulan Suro: Antara Kepercayaan Lama dan Realita Islam
Ia juga menyinggung pentingnya hubungan antara Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Zakharova berharap agar komunikasi dan koordinasi antara kedua pihak dapat kembali normal.
Namun, hal ini hanya mungkin terjadi jika ada jaminan keamanan penuh terhadap instalasi nuklir Iran serta personel dan peralatannya.
Rusia menekankan bahwa setiap bentuk agresi terhadap fasilitas tersebut harus dihentikan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat aksi militer dan tekanan politik yang dialami Iran.
Zakharova menilai bahwa respons Iran terhadap IAEA merupakan reaksi wajar atas ketidakjelasan sikap lembaga tersebut terhadap tindakan sepihak yang dilakukan oleh negara-negara tertentu, khususnya Israel dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Unik Suroan di Berbagai Daerah
Dalam perkembangan terkait, Iran melalui utusannya untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyerukan agar instalasi nuklir Israel juga berada di bawah pengawasan IAEA.
Iran menuduh adanya ketimpangan dalam penerapan aturan internasional dan meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret berdasarkan Piagam PBB.
Konteks ini menunjukkan bagaimana kerja sama antara Rusia dan Iran bukan hanya urusan teknis, tetapi juga sarat dengan dimensi geopolitik.
Keduanya tampaknya semakin mantap menjalin solidaritas di tengah tekanan global, sambil menyerukan sistem internasional yang lebih adil dan seimbang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik







