Banten

Angin Segar dari Beijing, Negosiasi Dagang AS-China Dorong Rupiah Menguat Tipis

Moehamad Dheny Permana | 12 Juni 2025, 15:41 WIB
Angin Segar dari Beijing, Negosiasi Dagang AS-China Dorong Rupiah Menguat Tipis

Akurat Banten - Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa penguatan nilai tukar rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari hasil negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Menurutnya, meskipun pergerakan rupiah cenderung sideways, penguatan sebesar 0,09 persen menjadi Rp16.260 per dolar AS tetap menjadi sinyal positif bagi pasar.

"Nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.255–Rp16.272 per dolar AS dan ditutup menguat 15 poin dari posisi sebelumnya di Rp16.275. Sentimen positif dari hari kedua negosiasi dagang AS-China menjadi pendorong utama," ujar Josua.

Negosiasi ini mempertemukan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, sebagai bagian dari mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral yang berlangsung awal pekan ini.

Baca Juga: Terbongkar! Modus Eksploitasi Anak Lewat Aplikasi Live Streaming di Depok

Para pelaku bisnis menyambut baik proses perundingan ini, karena dianggap dapat memperkuat kepercayaan dan menciptakan hubungan perdagangan yang lebih sehat antar kedua negara.

“Kemajuan dalam negosiasi ini memberikan harapan bagi pasar yang selama ini dilanda kekhawatiran atas kebijakan tarif AS dan ketegangan geopolitik,” jelas Josua.

Namun demikian, penguatan rupiah masih bersifat terbatas. Pasar masih berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS untuk bulan Mei 2025.

Inflasi diperkirakan meningkat dari 2,3 persen menjadi 2,5 persen (yoy), yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Josua menambahkan, jika inflasi AS benar-benar naik, maka tekanan terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah bisa kembali meningkat.

Baca Juga: Niat Dapat Tiket BLACKPINK Tanpa Antri Web, Begini Blink Kena Tipu Ratusan Juta dari Calo War Tiket BLACKPINK

Untuk perdagangan esok hari, ia memproyeksikan rupiah akan bergerak pada rentang Rp16.250–Rp16.325 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan rupiah, dari Rp16.276 menjadi Rp16.265 per dolar AS.

Situasi ini menunjukkan bahwa sentimen global tetap menjadi penentu utama arah pergerakan nilai tukar.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.