Banten

Pakai Nama Samaran, Putri Presiden China Ternyata Pernah Kuliah Diam-Diam di Harvard

Andi Syafrani | 30 Mei 2025, 19:37 WIB
Pakai Nama Samaran, Putri Presiden China Ternyata Pernah Kuliah Diam-Diam di Harvard

 

AKURAT BANTEN - Nama Xi Mingze, putri tunggal Presiden China Xi Jinping, kembali jadi bahan pembicaraan publik usai mantan Presiden AS Donald Trump menyuarakan pelarangan bagi mahasiswa asing, khususnya dari China, untuk berkuliah di kampus-kampus elite Amerika Serikat.

Isu ini langsung menyeret kembali kisah lama tentang Xi Mingze yang ternyata sempat mengenyam pendidikan di Universitas Harvard secara diam-diam.

 Baca Juga: Waduh! Produk Impor Makin Deras Masuk Indonesia, Pekerja Tekstil Terancam PHK

Xi Mingze diketahui menempuh pendidikan di Harvard sejak tahun 2010 hingga lulus pada 2014 dengan gelar Bachelor of Arts (BA) di bidang psikologi.

Selama masa kuliahnya, ia memakai nama samaran untuk menjaga privasinya sebagai anak orang nomor satu di China. Bahkan banyak mahasiswa di sekitarnya yang tidak tahu bahwa mereka satu kampus dengan anak presiden.

 Baca Juga: Tambang Longsor di Gunung Kuda, Pemprov Dedi Mulyadi Putuskan Tutup Permanen Meski Sudah Berizin

Ia lahir pada 25 Juni 1992 di Fuzhou, Provinsi Fujian, China. Dalam lingkungan keluarganya, Xi Mingze akrab disapa Xiao Muzi. Meski jarang muncul di hadapan publik, ia dikenal sebagai pribadi tertutup namun cerdas, dan kabarnya sangat fokus pada studi serta menjauhi dunia politik yang begitu melekat pada nama besar ayahnya.

 Baca Juga: Melalui Musdesus, Pemdes Sudamanik Bentuk KMP, Kerjasama Pemerintah Pusat dan Daerah Kuatkan Perekonomian Warga

Selama berkuliah di Amerika, kehadirannya dijaga sangat ketat. Tidak hanya oleh pihak keamanan dari China, tapi juga pengamanan internal kampus yang memastikan identitasnya tetap tersembunyi. Hanya segelintir orang di lingkungan kampus yang tahu siapa sebenarnya Xi Mingze.

 Baca Juga: WASPADA! BPOM Temukan Ratusan Ribu Obat Herbal Oplosan, Picu Kerusakan Ginjal dan Hati, Ini Daftarnya!

Kini, meski ia sudah lulus hampir satu dekade lalu, namanya kembali diangkat dalam perdebatan kebijakan imigrasi dan pendidikan tinggi di AS. Para pendukung Trump mencurigai bahwa Xi Mingze mungkin masih berada di Amerika, meski tidak ada bukti kuat yang mendukung dugaan tersebut.

 Baca Juga: Bukan Alkohol! Ternyata Ini yang Diminum Prabowo-Macron saat Jamuan Makan Malam di Istana Negara

Trump dan sekutunya menilai kehadiran mahasiswa asing dari negara rival seperti China berpotensi membahayakan keamanan nasional. Mereka mengklaim adanya kekhawatiran soal spionase dan penyalahgunaan akses informasi strategis melalui jalur pendidikan.

 Baca Juga: Gunung Semeru Terus Erupsi hingga 4 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Menjauh

Namun bagi sebagian pengamat, kemunculan kembali nama Xi Mingze dalam diskursus politik Amerika dianggap sebagai bagian dari upaya politisasi isu pendidikan dan relasi bilateral kedua negara. Isu ini dinilai lebih bersifat simbolik ketimbang fakta nyata tentang keberadaan Xi Mingze saat ini.

 Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Gratifikasi di Kementerian PU, Minta Uang Buat Biaya Nikah Anak

Meski tidak aktif di publik, Xi Mingze tetap menjadi simbol yang menarik dalam dinamika hubungan AS-Tiongkok.

Keberadaannya di Harvard pada masa lalu menjadi semacam ironi tersendiri—ketika seorang anak pemimpin negara sosialis justru menempuh pendidikan tinggi di jantung sistem kapitalisme dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC