Muhammadiyah Respons Soal Prabowo yang Ingin Jalin Diplomatik dengan Israel: Tak Boleh sebelum Palestina Merdeka!

AKURAT BANTEN - Pernyataan tegas kembali datang dari Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, yang menyuarakan penolakan terhadap wacana pembukaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.
Menurutnya, langkah tersebut sama sekali tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan yang dipegang teguh oleh bangsa Indonesia.
Baca Juga: Hujan Deras Guyur Tangsel sejak Kamis Sore, 16 Titik Terdeteksi Terendam Banjir hingga 1 Meter
"Indonesia sejak awal berdiri telah memegang nilai bahwa penjajahan dalam bentuk apa pun harus dihapuskan dari muka bumi," ucap Anwar dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis (29/5).
Ia menegaskan, sikap itu tercermin jelas dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa. Oleh karena itu, menurutnya, membuka jalur diplomatik dengan Israel yang masih menjajah tanah Palestina, akan menjadi bentuk pengkhianatan terhadap nilai dasar negara.
“Peluang untuk menjalin hubungan dengan Israel baru bisa dibicarakan jika negara itu menghentikan segala bentuk pendudukan dan memberi kemerdekaan penuh bagi Palestina,” tegasnya.
Tak hanya menuntut kemerdekaan untuk Palestina, Anwar juga menekankan bahwa Israel harus mempertanggungjawabkan segala kekerasan yang selama ini dilakukan terhadap rakyat Palestina. Termasuk di dalamnya, tindakan yang diduga sebagai bentuk genosida dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.
"Israel tidak bisa begitu saja menghapus jejak kejahatannya. Mereka harus bertanggung jawab atas penderitaan yang telah dialami rakyat Palestina selama puluhan tahun," ujar Anwar.
Baca Juga: Bumi Makin Gerah, PBB Prediksi Suhu Global Bisa Tembus Batas Aman
Pernyataan dari Anwar Abbas ini datang sehari setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia bisa saja membuka hubungan dengan Israel, namun dengan satu syarat: Palestina harus terlebih dahulu merdeka. Komentar itu ia sampaikan saat konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/5).
Baca Juga: Brutal! Gegara Derita Depresi, Seorang Pria Bacok 7 Orang Tetangga saat Menjenguk
Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, dikenal konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk hubungan resmi dengan Israel selama penjajahan masih berlangsung. Sikap ini sekaligus menjadi pengingat agar arah kebijakan luar negeri Indonesia tetap berpijak pada amanat konstitusi dan hati nurani rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









