23 Siswa Bermasalah di Cianjur Dikirim Ke Barak Militer Bandung untuk Pembinaan Karakter

AKURAT BANTEN - Program Gubernur Jawa Barat tentang pengiriman pelajar bermasalah ke barak militer sudah mulai diterapkan dibeberapa daerah, salah satunya di Cianjur.
Sebanyak 23 siswa bermasalah tingkat SMA dan SMK dikabarkan telah dikirim ke barak militer Bandung untuk melakukan pembinaan karakter oleh personal TNI.
Program ini merupakan inisiatif Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang melibatkan pelatihan langsung dari personel TNI.
Baca Juga: Viral TikTok: Hanya Karena Baju Adat, Pernikahan Indah Berubah Jadi Kekacauan Memilukan!
Program ini dianggap efektif dalam membina dan mendisiplinkan pelajar yang bermasalah, namun masih ada beberapa yang kontra terhadap program tersebut.
Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat, Nonong Winarni, para pelajar tersebut telah diberangkatkan sejak Senin, 5 Mei 2025, menuju Rindam III Siliwangi, Cikole, Lembang.
“Selama 15 hari ke depan, mereka akan mengikuti program terstruktur yang fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pendampingan psikologis. Proses belajar tetap berlangsung seperti biasa di lokasi pelatihan,” jelas Nonong saat dihubungi pada Kamis (8/5/2025).
Para siswa yang mengikuti program ini diketahui terlibat dalam berbagai masalah seperti membolos, pelanggaran tata tertib sekolah, hingga sikap tidak hormat terhadap guru dan orang tua.
Baca Juga: MEME! Prabowo-Jokowi: Mahasiswi ITB Langsung Ditangkap!
Pemerintah berharap, melalui pendekatan disiplin ala militer, para siswa bisa mengalami perubahan perilaku secara menyeluruh.
Program ini bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya, sebanyak 30 siswa SMP dari Cianjur juga dikirim ke markas Yonif Raider 300/Brajawijaya untuk program serupa. Mereka dilaporkan terlibat dalam kasus kekerasan, konsumsi alkohol, dan tawuran pelajar.
Gagasan Gubernur Dedi Mulyadi ini menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai langkah tersebut sebagai solusi tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja yang semakin meresahkan.
Namun, ada juga pihak yang mengkritik metode militer sebagai pendekatan yang terlalu keras bagi dunia pendidikan.
Meski demikian, pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa program ini dirancang dengan tetap memperhatikan sisi edukatif dan psikologis peserta.
Pelatihan dilakukan dengan pengawasan ketat dari tenaga profesional dan bukan dalam bentuk latihan fisik berlebihan.
“Intinya bukan menyiksa, tapi mendidik. Kami ingin para siswa pulang dengan semangat baru, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap masa depan mereka,” ujar Nonong.
Program pelatihan karakter ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membentuk generasi muda yang lebih disiplin, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Bila dinilai berhasil, bukan tidak mungkin program ini diterapkan di wilayah lain sebagai solusi pendidikan alternatif.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 9Juventus Kembali Rugi Rp1,3 Triliun, Utang Tembus Rp6,5 Triliun: Langkah Besar Disiapkan!
- 10Man City Dinyatakan Bersalah, Thomas Tuchel Pilih Diam: Begini Sikapnya kepada Pemain The Citizens di Inggris










