Banten

Air Mata Perpisahan Warnai Akhir Kisah Kompas Sport Pagi: Lebih dari Sekadar Berita Olahraga

Saeful Anwar | 4 Mei 2025, 09:05 WIB
Air Mata Perpisahan Warnai Akhir Kisah Kompas Sport Pagi: Lebih dari Sekadar Berita Olahraga

 

AKURAT BANTEN-Layar kaca Kompas TV pagi itu terasa lebih berat dari biasanya. Bukan karena berita olahraga yang suram, melainkan karena sebuah perpisahan yang mengharu biru.

Setelah menemani pemirsa selama hampir 12 tahun, program berita olahraga andalan, Kompas Sport Pagi, resmi mengakhiri perjalanannya.

Keputusan yang mengejutkan ini tak hanya meninggalkan tanya, tetapi juga jejak air mata, terutama dari sang presenter senior, Gita Maharkesri.

Baca Juga: Listrik, Emas, dan Bawang Merah Picu Inflasi di Jatim Tembus 0,93 Persen

Momen Perpisahan

Momen perpisahan itu terekam jelas dan dengan cepat menyebar di jagat maya. Dalam video yang viral, Gita, dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, berusaha menyampaikan salam perpisahan terakhir.

Profesionalisme nyaris sempurna itu runtuh ketika air mata akhirnya tak terbendung.

"Tak terasa inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi selama hampir 12 tahun, kami hadir menemani Anda dengan berbagai macam berita olahraga baik dari dalam maupun luar negeri," ucap Gita dengan nada sendu, seperti dikutip pada Jumat, 2 Mei 2025.

Baca Juga: Harga Emas Turun Serentak! Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun Rp10.000 Hari Ini

"Kami bangga pernah menjadi bagian dari rutinitas Anda, saya Gita Maharkesri dan seluruh tim redaksi mengucapkan terima kasih, Kompas Sport Pagi pamit dari layar kaca Kompas TV," lanjutnya, mengakhiri sebuah era.

Keputusan Sulit

Ungkapan tulus dan emosional dari Gita ini langsung menyentuh hati para pemirsa.

Banjir komentar di media sosial выразили kesedihan dan ucapan terima kasih atas dedikasi Kompas Sport Pagi selama ini.

Baca Juga: Kumuh dan Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Kramat Jati Tagih Janji Revitalisasi!

"Terima kasih telah membawa acara olahraga di Kompas TV selama 12 tahun," tulis seorang warganet. "Selamat tinggal Kompas Sport Pagi.

Kami akan merindukanmu setiap pagi," timpal yang lain, menggambarkan betapa program ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas pagi mereka.

Namun, di balik layar kaca, keputusan pahit ini adalah bagian dari realitas industri media yang tengah bergejolak.

Baca Juga: Jawa Timur Pelopori Rekrutmen Tanpa Diskriminasi Usia, Terobosan Berani Demi Kesetaraan Kerja

Manajemen Kompas TV mengambil langkah efisiensi dan restrukturisasi besar-besaran, yang sayangnya berimbas pada penghentian sejumlah program, termasuk Kompas Sport Pagi, dan berdampak pada sejumlah karyawan.

Fenomena ini adalah cerminan dari tantangan yang dihadapi media konvensional di era digital.

Pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih memilih platform daring, ditambah dengan penurunan pendapatan iklan, memaksa banyak perusahaan media untuk mengambil keputusan sulit demi menjaga keberlangsungan bisnis.

Baca Juga: Jakarta Masuk 5 Besar Kota dengan Udara Terburuk Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker

Kepergian Kompas Sport Pagi memang menyisakan kesedihan, tetapi juga menjadi pengingat akan dinamika industri media yang terus berubah.

Program yang dulunya menjadi teman setia di kala sarapan dan persiapan memulai hari, kini hanya akan menjadi kenangan indah.

Air mata Gita Maharkesri bukan hanya sekadar emosi seorang presenter, tetapi juga simbol dari sebuah perubahan zaman dalam lanskap media tanah air (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman