QRIS Mendunia: Langkah Berani Indonesia di Tengah Gejolak Global

AKURAT BANTEN-Di tengah riuhnya isu tarif yang dilayangkan Amerika Serikat, Bank Indonesia (BI) justru menunjukkan langkah berani dan progresif dengan terus memperluas jangkauan sistem pembayaran andalannya, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), ke kancah internasional.
Sebuah gebrakan yang tak hanya memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital global, tetapi juga membuka pintu kemudahan transaksi lintas negara bagi masyarakat.
Baca Juga: Fenomena 'Warung Madura Baju Kuning', Video Durasi 2 menit 47 detik Menggemparkan TikTok!
Disambut Berbagai Negara
Kabar baiknya, inisiatif ini disambut antusias oleh berbagai negara. Jepang, China, hingga Arab Saudi kini dilaporkan tengah mengantre untuk mengadopsi sistem pembayaran lintas batas (cross-border) QRIS.
Sebuah pencapaian yang membuktikan kualitas dan efisiensi QRIS sebagai solusi pembayaran modern.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam konferensi pers baru-baru ini mengungkapkan perkembangan positif ini.
Baca Juga: 7 Cara Cerdas Menjaga Privasi di Era Digital: Jangan Sampai Data Pribadimu Bocor!
"QRIS antarnegara terus meningkat. Negara mana saja yang saat ini sudah bisa? Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dalam waktu dekat yang sudah antre, kita segera dengan Jepang, India, Korea Selatan, dan mungkin China dan Arab Saudi," ujarnya dengan nada optimis.
Efisiensi Pembayaran
Lebih lanjut, Fili menjelaskan bahwa QRIS menawarkan efisiensi pembayaran yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tak hanya itu, sistem ini juga mendukung interkoneksi dan interoperabilitas sistem pembayaran, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Baca Juga: Kisah Pilu Pengusaha di Tangerang Selatan, Premanisme Tagih Setoran DemiKeamanan Rp.3 juta per Bulan
Bayangkan kemudahan berbelanja atau bertransaksi di negara tetangga hanya dengan memindai kode QR di ponsel Anda.
Data kuartal I/2025 menunjukkan betapa masifnya adopsi QRIS di dalam negeri. Jumlah penggunanya telah mencapai 56,3 juta dengan volume transaksi menyentuh angka fantastis 2,6 miliar transaksi, senilai Rp252,1 triliun.
Dukungan dari 38,1 juta merchant di seluruh Indonesia semakin memperkuat ekosistem QRIS.
Baca Juga: 20 Universitas Terbaik di Banten 2025: Referensi Wajib Buat Calon Mahasiswa!
Pertumbuhan volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS pun tercatat sangat tinggi, mencapai 169,15% secara tahunan (year on year/YoY).
Bahkan, selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2025, pertumbuhan rata-rata volume transaksi per pengguna melonjak hingga 111% YoY, jauh melampaui pertumbuhan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Sistem Pembayaran
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, turut memberikan penjelasannya mengenai fondasi QRIS.
Baca Juga: Seorang Ibu Di Depok Lapor Anaknya Diculik Ternyata Hanya Rekayasa Belaka, Ini Motifnya
Ia mengungkapkan bahwa QRIS pada dasarnya merupakan pengembangan dari standar global Europay, MasterCard, Visa (EMV).
"Yang kemudian kita tambahkan coding-coding untuk bahasa Indonesia standar nasional. Itulah bahasa standar QR yang berlaku di Indonesia. Mengadopsi standar global yang juga ditempuh oleh sejumlah negara dan berlaku QRIS," jelas Perry.
Sistem yang diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-74 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019 ini, dibangun bersama dengan Industri Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).
Dalam implementasinya, QRIS dibentuk dengan pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh Indonesia, menjadikannya kesepakatan nasional yang sesuai dengan kepentingan bangsa.
Peran Krusial
Perry menegaskan bahwa QRIS memiliki peran krusial dalam mendukung inklusi keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Terima kasih seluruh asosiasi perbankan, perusahaan jasa dan terutama masyarakat yang sangat mendapatkan manfaat dari QR Indonesian Standard [QRIS]. Terima kasih rekan kementerian lembaga dan masyarakat yang mendukung penuh QRIS antarnegara," pungkas Perry, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan QRIS.
Baca Juga: 7 Kampung Adat di Jawa Barat Ini Menantang Arus Modernisasi, Masih Bertahan Hingga Kini, ada Dimana?
Langkah Strategis
Ekspansi QRIS ke mancanegara bukan hanya sekadar inovasi teknologi pembayaran.
Ini adalah langkah strategis yang memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global, mempermudah transaksi bagi warga negara dan wisatawan, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas antarnegara.
Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang penuh tantangan, langkah berani Bank Indonesia ini patut diacungi jempol dan diharapkan dapat terus membawa manfaatbagi bangsa dan negara (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 2Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 3Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 6Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 7Infrastruktur IT Badan Gizi Nasional Lumpuh, Sinkronisasi Data MBG di Lapangan Kacau
- 8Buntut OTT Kepala BPN, Warga Tanah Tinggi Buka Suara Soal Dugaan Pungli PTSL Rp27,5 Juta
- 9Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 10Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan









