Cerita Pegawai Wanita Rumah Singgah Tangsel, 2 Tahun Dinas Malam Sendiri Jaga ODGJ

AKURAT BANTEN - Diangkat sebagai Aparatur Sipil (ASN) memang menjadi dambaan bagi pegawai honorer. Berbagai ujian hingga tantangan harus rela dijalankan demi harapan menjadi abdi negara.
Sebagai ASN yang bertugas di sebuah instansi pemerintahan memang menggiurkan. Mulai dari gaji hingga tunjangan yang menarik, jam kerja mereka pun teratur. Hal itu pun kerap kali berbanding terbalik dengan para pegawai honorer.
Seperti sosok perempuan yang bertugas di Rumah Singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kepada Akurat Banten, narasumber yang enggan disebutkan identitasnya ini menceritakan keluh kesahnya saat menjalankan tugas.
Baca Juga: Program Pemutihan Pajak Kendaraan Diserbu Warga, Sistem Samsat se-Banten Error
Rasa takut dan cemas telah lebih dari dua tahun ia rasakan ketika harus bertugas saat shift malam seorang diri, di Rumah Singgah yang dihuni oleh penyandang masalah kesejahteraan masyarakat (PMKS), atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tak bisa diprediksi tingkah lakunya.
Ia mengaku sistem shift malam seorang diri selama empat bulan itu, diketahuinya telah diterapkan dari sebelumnya sejak tahun 2020. Berbagai kejadian pun telah ia alami bersama rekan lainnya.
“Teriakan pasien ODGJ sudah biasa. Beberapa kali dijambak dan ditunjukkan kemaluan pasien di depan saya. Sampai teman saya juga hampir dibacok,” ujar pegawai honorer kepada Akurat.co Banten, Kamis (10/5/2025).
Baca Juga: Canggih! Operasi Otak Metode Sadar di Pusat Bedah Saraf Mandaya Berhasil Angkat Tumor 7 cm
Menurutnya, sistem jaga malam seorang diri selama empat bulan ini dianggap sangat membuat kekhawatiran bagi keselamatan para pegawai ketika ada insiden di dalam Rumah Singgah.
“Jadi kita itu selama empat bulan full jaga malam, dari pukul 19.30 hingga 8.30 WIB sendirian. Kalo ada apa-apa, satpam juga di depan. Tapi ada yang cuma diem, ada juga yang bantuin,” ucapnya dengan nada agak kesalnya.
Percuma Ngadu Kepala Dinas
Menjaga ODGJ ini diakuinya memang harus penuh dengan kesabaran. Namun, ia bersama pegawai lainnya pun sudah sempat menyampaikan keluhan kepada atasan hingga kepala dinas terkait sistem shift malam seorang diri. Hingga kini tak ada perubahan.
“Sudah pernah ngadu ke ke kepala dinas. Alasannya, katanya kekurangan orang. Lalu ngadu lagi, lain lagi alasannya. Jadi kembali lagi harus jaga sendiri malam,” katanya.
Baca Juga: Andra Soni dan Pramono Anung Sepakat Dua Rute Baru Transjabodetabek di Tangerang dan Tangsel
Selain itu, tak sedikit ODGJ yang menurutnya telah melewati ketentuan menghuni di Rumah Singgah Dinsos Tangsel yang memiliki 10 kamar itu.
“Kalau dari peraturannya sih tidak boleh lebih dari 3 hari. Tapi banyak juga yang tinggal lama. Tapi kita ngikutin apa kata atasan saja. Kita hanya disuruh-suruh aja,” akunya.
Sehingga, hanya kata sabar yang harus diperkuat untuk mengurusi para orang jalanan yang singgah dengan membawa berbagai penyakit. Mulai dari TB Paru hingga HIV.
Baca Juga: Kena Prank Gaji PNS Naik? Nyatanya Tangan Kanan Prabowo Tak Bahas Soal Hal Ini
“Semua dirujuk ke puskesmas atau ke rumah sakit untuk penanganan jika ada yang sakit, sebelum kembali lagi ke rumah singgah,” tuturnya.
Begitu pun bagi para ODGJ yang ngamuk. Dari pihak Rumah Singgah langsung merujuk ke rumah sakit. Namun sayangnya, tak selalu tersedia untuk mendapatkan penanganan.
“Kalo ada ODGJ ngamuk dan rumah sakit jiwa penuh, ya didiemin aja di Rumah Singgah. Jika sudah tersedia, baru kita masukan ke RS Marzuki Mahdi Bogor,” paparnya.
Baca Juga: Soal Kemacetan di Kota Tangerang, Sachrudin Ngarep Transportasi Publik DKJ Diperpanjang
Dinsos Merasa Keberatan
Sementara, Kepala Dinas Sosial Tangsel Muhamad Ervin membantah jika ada pegawainya yang menjalankan shift malam seorang diri.
"Gak donk, saya keberatan, karena gak ada tenaga honorer dinsos yang kurang lebih 2 tahun lembur seorang diri atau sendirian di rumah singgah," kata Ervin dikonfirmasi, Kamis (10/4/2025).
"Informasinya valid gak? Jangan-jangan ada yg ngaku-ngaku doang lembur, padahal emang shift bagian malam. Lagian gak ada yang sendirian, karena dirumah singgah di bagi tim atau kelompok," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 2Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 3Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 4Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 5Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 6Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 7Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 8Kenal via MiChat, Pria Asal Magetan Nekat Habisi Nyawa Wanita di Ruko Steam Tangerang
- 9Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 10Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens








