Banten

Perjalanan Terakhir Sang Legenda: Kronologi Ray Sahetapy Meninggal Dunia Setelah Berjuang Lawan Penyakit

Saeful Anwar | 3 April 2025, 07:40 WIB
Perjalanan Terakhir Sang Legenda: Kronologi Ray Sahetapy Meninggal Dunia Setelah Berjuang Lawan Penyakit

 

AKURAT BANTEN-Dunia perfilman Indonesia berduka atas kepergian aktor legendaris, Ray Sahetapy, yang menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Selasa (1/4/2025) pukul 21.04 WIB.

Kepergian aktor berusia 68 tahun ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama artis, dan jutaan penggemarnya di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Sering Bermasalah pada Layanan, Nasabah Bank DKI Kecewa, THR dan Gapok ASN Tidak Bisa Diambil, Hingga saat ini?

Perjuangan Melawan Penyakit yang Panjang

Menurut penuturan Charly Sahetapy, adik kandung Ray Sahetapy, sang aktor telah berjuang melawan berbagai penyakit selama beberapa tahun terakhir.

Perjuangan itu dimulai sejak 2017 ketika Ray didiagnosis mengidap diabetes.

Pada pertengahan 2023, kondisinya semakin menurun akibat serangan stroke yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif.

Baca Juga: Muncul Sosok Selegram Ayu Aulia, Bela RK atas Tuduhan Lisa Punya Anak dari Hubungan Gelapnya, Indikasi Pemerasan?

"Dia kena stroke bulan Juni-Juli tahun 2023. Jadi selama itu kami berusaha rawat supaya dia bisa kembali normal," ungkap Charly kepada media.

Selain diabetes dan stroke, Ray juga mengalami masalah pada paru-parunya.

Bahkan, ia sempat mengalami tersedak yang hampir merenggut nyawanya. "Dia sempat tersedak, hampir meninggal juga satu kali.

Baca Juga: Usai Halalbihalal, Didit Bawa Pesan Khusus Megawati untuk sang Ayah Prabowo Subianto

Kami bawa ke rumah sakit, masuk IGD lagi. Itu ternyata masalah di paru-parunya. Kalau tersedak itu sesak napas, itu di paru-paru," lanjut Charly.

 

Kronologi Perawatan Intensif di Rumah Sakit

Pada awal Maret 2025, Ray kembali dilarikan ke rumah sakit.

Kali ini, ia dirawat di Rumah Sakit Persahabatan. Kondisinya sempat membaik meski harus dirawat di ruang ICU.

Baca Juga: Psikologi Warna: Bagaimana Warna Mempengaruhi Emosi dan Perilaku?

Namun, tak lama kemudian, kondisi Ray kembali menurun dan ia dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Melihat kondisi Ray yang semakin memburuk, keluarga memutuskan untuk memindahkannya ke RSPAD dengan harapan kondisinya bisa membaik.

Namun, pemeriksaan menunjukkan bahwa paru-parunya mengalami kerusakan yang cukup parah.

Baca Juga: Mengapa Idul Fitri Disebut Hari Kemenangan? Begini Penjelasannya!

Ia bahkan sempat mengalami sesak napas sebanyak dua kali yang membuatnya harus kembali masuk ICU.

"Paru-parunya agak lumayan [parah]. Sempat dua kali sesak napas, itu juga di RSPAD sini. Masuk ICU lagi, dimonitor," jelas Charly.

Meskipun sempat menunjukkan perkembangan positif, kondisi Ray kembali menurun.

Baca Juga: PHK Merupakan Faktor Utama Turunnya Jumlah Pemudik hingga 24,34% pada 2025

Kadar hemoglobin (HB) dan tekanan darahnya terus menurun hingga akhirnya ia menghembuskan napas terakhir pada Selasa malam.

Warisan Abadi Sang Aktor Legendaris

Ray Sahetapy adalah salah satu aktor terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Selama lebih dari 40 tahun berkarier di dunia perfilman, ia telah membintangi puluhan film dan meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk tujuh nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI).

Baca Juga: Artis Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Surya Sahetapi: Selamat Jalan Ayah!

Salah satu momen paling membanggakan dalam karier Ray adalah ketika ia berkesempatan tampil dalam film Hollywood, "Captain America: Civil War" (2016).

Meskipun adegannya dihapus dalam versi final film, partisipasinya dalam produksi internasional tersebut menjadi bukti pengakuan atas bakat aktingnya.

Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi dunia perfilman Indonesia. Namun, warisan karyanya akan terus hidup dan menginspirasi generasi penerus. Selamat jalan, sanglegenda! (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman