Cecak Pecel Madiun, Spesies Baru yang Mengguncang Dunia Sains

Akurat Banten - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menemukan spesies cecak baru yang unik di Jawa Timur.
Spesies ini diberi nama Cyrtodactylus pecelmadiun, terinspirasi dari kuliner khas pecel Madiun. Cecak ini ditemukan di kawasan Maospati, Kabupaten Magetan, dan Mojokerto, Jawa Timur.
Penemuan spesies baru ini semakin menegaskan bahwa masih banyak keragaman Cecak Jarilengkung di Jawa yang belum terungkap.
Baca Juga: Besaran Gaji Ifan Seventeen Disorot Setelah Dilantik Jadi Dirut PT PFN
Awal Riyanto, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, menjelaskan bahwa eksplorasi cecak ini sebenarnya telah dilakukan sejak era kolonial Belanda.
“Kami menemukan Cyrtodactylus pecelmadiun di berbagai habitat urban, seperti tumpukan genteng, tanggul jembatan, dan kebun di permukiman desa,” ujar Riyanto.
Ia juga menambahkan bahwa spesies ini cenderung hidup tidak lebih dari 40 cm di atas permukaan tanah, berbeda dengan kebanyakan Cecak Jarilengkung lainnya yang lebih sering berada di pohon atau dinding bangunan.
Baca Juga: BI Buka Lagi Penukaran Uang Baru! Catat Jadwal dan Cara Daftarnya Agar Tidak Kehabisan Kuota
Cecak ini memiliki warna dasar cokelat kehitaman dengan pola tubuh khas. Panjang tubuh jantan dewasa mencapai 67,2 mm, sementara betina lebih kecil, sekitar 59,0 mm.
“Spesies ini memiliki 18–20 baris tuberkular dorsal yang tidak teratur di bagian tengah tubuh, serta 26–28 baris tuberkular antara ketiak dan selangkangan,” jelas Riyanto.
Pada individu jantan, terdapat ceruk precloacal dengan 32–37 pori precloacofemoral, sementara bagian subkaudalnya tidak memiliki sisik lebar.
Baca Juga: Program 3G Kota Tangerang Mulai Digarap, Ini Kata Pengamat
Karakteristik ini menjadi pembeda utama dari spesies Cecak Jarilengkung lainnya di Jawa.
Penemuan Cyrtodactylus pecelmadiun menambah daftar panjang Cecak Jarilengkung yang telah ditemukan di Pulau Jawa.
Beberapa spesies lain yang sudah diidentifikasi sebelumnya antara lain C. semiadii (2014), C. petani (2015), C. klakahensis (2016), dan C. belanegara (2024).
Baca Juga: Polisi Tangani Kasus Penipuan Biro Perjalanan Umrah Bodong di Banten
Secara filogenetik, C. pecelmadiun memiliki hubungan dekat dengan C. petani, dengan jarak genetik 0,1–1,6 persen.
Hal ini menjadikannya spesies kedua dari grup darmandvillei yang ditemukan di Jawa setelah C. petani.
Menariknya, nama spesies ini bukan hanya hasil penelitian biologis, tetapi juga bagian dari upaya mengenalkan budaya Nusantara melalui sains.
Baca Juga: Skandal Dugaan Korupsi Bank BJB: Anggaran Iklan Rp406 M, Direalisasikan Rp100 M
“Para peneliti ingin mengenalkan ragam kuliner Nusantara melalui dunia sains, sebagaimana yang dilakukan sebelumnya dalam deskripsi C. papeda dari Pulau Obi dan C. tehetehe dari Kepulauan Derawan,” ujar Riyanto.
Temuan ini membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut mengenai keanekaragaman tersembunyi dari spesies Cecak Jarilengkung di Indonesia.
Dengan namanya yang unik, Cyrtodactylus pecelmadiun tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga membawa identitas budaya khas Indonesia ke dalam dunia sains.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










