Banten

Program 3G Kota Tangerang Mulai Digarap, Ini Kata Pengamat

A. Zaki Iskandar | 14 Maret 2025, 16:58 WIB
Program 3G Kota Tangerang Mulai Digarap, Ini Kata Pengamat

AKURAT BANTEN - Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dan Wakil Wali Kota, Maryono Hasan, yang baru menjabat pada 20 Februari 2025, mulai merealisasikan program unggulan mereka, 3G (gampang kerja, gampang sembako, dan gampang sekolah). Program ini merupakan janji kampanye mereka saat Pilkada.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan, pentingnya membuat segala urusan masyarakat menjadi mudah, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, maupun pekerjaan. Ia berharap program 3G dapat selaras dengan visi misi jangka panjang Kota Tangerang, Provinsi Banten, dan nasional.

"Semuanya harus kita buat gampang untuk masyarakat, baik dalam hal pemenuhan kebutuhan, hak mendapatkan pendidikan dan juga hak untuk mendapatkan pekerjaan," tutur Wali Kota, dalam kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Akhlakul Karimah, Gedung Puspem Kota Tangerang, Selasa, (11/03/2025).

Baca Juga: Kronologi Puluhan Warga Banten Hingga Kyai Kena Tipu Travel Umrah Bodong

"Saya harap melalui kegiatan ini, kita dapat menghasilkan keselarasan visi misi jangka menengah terhadap visi misi jangka panjang Kota Tangerang, dan keselarasan terhadap pembangunan jangka menengah Provinsi Banten serta keselarasan terhadap misi Pembangunan jangka menengah Nasional atau asta cita," jelasnya.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Memed Chumaidi, menilai program 3G memiliki esensi penting bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Namun, ia menekankan pentingnya aksesibilitas dan implementasi yang komprehensif agar program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Ini program yang luar biasa baik apabila langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar Memed dikutip Jumat (14/03/2025).

Baca Juga: Polda Banten Ikuti Zoom Meeting dan Buka Bersama Kapolri dengan Insan Media

Program Gampang Sembako

Menurutnya, program gampang sembako ini memiliki esensi yang penting bagi kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi ekonomi nasional yang dirasa sedang tidak baik-baik saja.

Karenanya, aksesibilitas program gampang sembako ini menjadi komponen penting bagi kesuksesan program ini. Distribusi sembako harus dilakukan secara masif. Bukan hanya melalui bazar, sembako murah juga harus tersedia di warung milik masyarakat.

"Cuma memang jangan sampai ini hanya sebatas program yang lokusnya hanya di level kecamatan, tapi juga lebih komprehensif baik ke pedagang, supaya bermanfaat bagi pedagang bermanfaat, masyarakat juga mendapatkan manfaat," kata Memed.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Bakal Siapkan 40 Sekolah Swasta Gratis untuk Warga Kurang Mampu

 

Program Gampang Sekolah

Soal program gampang sekolah, kata Memed, sudah terealisasi saat Sachrudin masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangerang periode 2018-2023. Karenanya, program sekolah gratis di Kota Tangerang perlu keberlanjutan.

"Ini sudah dilakukan ketika pak Sachrudin menjadi wakil wali kota, artinya pendidikan bisa diakses oleh seluruh masyarakat Kota Tangerang, baik sekolah negeri maupun swasta," jelasnya.

Hanya saja, kata Memed, dikotomi antara sekolah negeri dan swasta menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Tangerang kedepan. Komunikasi publik perlu dilakukan untuk menghapus stigma kesenjangan antara sekolah milik negara dengan yayasan swasta tersebut.

Baca Juga: Polisi Tangani Kasus Penipuan Biro Perjalanan Umrah Bodong di Banten

"Kan tinggal bagaimana menginformasikan ke khalayak mengenai dikotomisasi itu bahwa semua bisa mendapatkan pendidikan yang layak," tuturnya.

Kata Memed, pendidikan harus menjunjung tinggi kesetaraan. Baik gender maupun kekhususan dalam hal kebutuhan siswa disabilitas.

Untuk menjunjung pendidikan yang inklusif, Pemerintah Kota Tangerang harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk membangun sekolah khusus (Skh) negeri.

Baca Juga: Skandal Dugaan Korupsi Bank BJB: Anggaran Iklan Rp406 M, Direalisasikan Rp100 M

"Tangerang itu pusat pendidikan, kalau perlu memperluas atau membuat satu sekolah negeri berkebutuhan khusus. Sekarang ada tapi banyak yang swasta," paparnya.

Gampang Kerja

Program Gampang Kerja menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Tangerang, mengingat program yang bersifat linear dengan program nasional. Karenanya, Pemerintah Kota Tangerang perlu aktif menarik investasi dengan menciptakan iklim yang kondusif bagi investor.

"Tidak mudah juga mengaplikasikan hal tersebut menurut saya. Ya bagaimana pemerintah kota Tangerang memberikan peluang kepada investasi investor investor supaya bisa masuk ke kota Tangerang,” kata Memed.

Memed berpendapat, untuk menciptakan lapangan kerja, pemerintah Kota Tangerang perlu aktif dalam menarik investasi. Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim yang kondusif bagi para investor agar mau menanamkan modalnya di kota ini. Dengan masuknya investasi, diharapkan akan ada peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.

 

Baca Juga: Sri Mulyani Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan, Setelah Berbuka Puasa Bersama Prabowo? Ini Penjelasannya

Memed menilai keberhasilan program 3G dalam 100 hari kerja atau satu tahun pertama akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik dengan investor dan realisasi program yang tepat sasaran agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat.

“Kita perlu melihat implementasinya di lapangan dan memastikan bahwa semua elemen masyarakat dapat merasakan manfaatnya," jelas Memed.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.