Banten

Pj Bupati Lebak Sebut Ada 2.119 Posyandu Aktif Jadi Pilot Project

Berlian Rahmah Dewanto | 15 Juli 2024, 23:29 WIB
Pj Bupati Lebak Sebut Ada 2.119 Posyandu Aktif Jadi Pilot Project

 

AKURAT BANTEN, LEBAK - PJ Bupati Lebak lwan Kurniawan mengapresiasi Pilot Project Posyandu sebanyak 2.119 sekaligus kunjungan kerja Ketua Umum Pembina Posyandu Ny Tri Tito Karnavian,pada Senin (15/7/2014). Bertempat di SMPN 1 Cibadak, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak Banten.

Ketua Umum Pembina Posyandu se-Indonesia, Ny Tri Tito Karnavian , dengan didampingi Pj Gubernur Banten Al-Muktabar dan Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan melakukan peletakan batu pertama ” Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)” Jaringan Perpipaan untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Sehari – hari 100 sambungan Rumah. Selain itu, dalam kunjungan kerjanya tersebut istri Mendagri Tito Karnavian ini juga meresmikan Pos Yandu Jeruk sekaligus menandatangani prasastinya.

Baca Juga: Pj Bupati Tangerang, Akses Tol Dapat Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

Dalam laporannya Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan, menyebutkan bahwa di Kabupaten Lebak terdapat 2.119 Posyandu Aktif.

”Masing-masing, 415 strata madya, Posyandu strata purnama 1.688, dan 9 Posyandu mandiri, dengan jumlah Kader sebanyak 10.195 Kader” kata Pj Bupati Iwan.

Selain itu Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan, juga melaporkan tentang keberadaan PAUD di bawah lingkungan pemerintahannya.

Menurutnya, di Kabupaten Lebak terdapat sebanyak 831 PAUD, dan terdapat 39 PAUD rusak (prioritas).

Baca Juga: PDAM Diminta Segera Perbaiki Pipa Bocor Di Jalan Sunan Kalijaga, Mengakibatkan Rusaknya Jalan


”Secara keseluruhan yang memerlukan intervensi sebanyak 299 PAUD. Meski demikian, permasalahan secara umum tertumpu pada Akseblitas, ketersediaan Sarpras dan SDM,” ujar Iwan.

Ungkap Pj Bupati, terdapat masalah dibidang kesehatan, terutama soal perbedaan dalam Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Elektronik Pencatat dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) sulit menemukan angka stunting dilapangan.

”Karena, masih banyak cakupan yang mendukung pencegahan stunting belum tercapai,” ungkap Pj Bupati Iwan dalam sambutanya.

Baca Juga: Tinggal Pernyataan Resmi PPP, PKB dan Demokrat Dukung Andra Soni di Pilgub Banten 2024


Diantaranya, kata Iwan, pelayanan ibu hamil (65,8%), pelayanan ibu bersalin (67%),pelayanan bayi baru lahir (71,2%), cakupan asi eklusif (69,27%),prevalensi bumil kek (13,51%), prevalensi animea bumil (10,04%),prevalensi animea rematri (37,13%),prevalensi pelayanan catin (41,67%),dan prevalensi skrining layak hamil (27,3%).

” Sedangkan untuk RTLH, sebanyak 49. 431 unit, dan yang telah ditangani Selama kurun waktu 2017-2023 sebanyak 6.326 unit, dengan demikian sisanya yang belum tertangani 43.103 unit,” pungkas Iwan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.