Keberangkatan 450 CJH Embarkasi Makassar Tertunda, Imbas Munculnya Percikan Api pada Mesin Garuda

AKURAT BANTEN – Keberangkatan sebanyak 450 Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Makassar tertunda, imbas munculnya percikan api pada mesin pesawat Garuda. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-1105 terpaksa melakukan return to base (RTB, kembali ke bandara).
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, keputusan RTB tersebut segera diambil pilot in command (PIC) setelah pesawat lepas landas.
”Dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut setelah diketahui ada percikan api pada salah satu engine,” katanya.
Alasannya adalah mematuhi prosedur langkah cepat mitigasi risiko di aspek safety dan keamanan operasional pada penerbangan.
Dari pertimbangan kondisi itu, mesin pesawat diharuskan menjalani prosedur pengecekan secara menyeluruh. Sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan armada untuk dapat kembali beroperasi.
Baca Juga: Serap Aspirasi Masyarakat, Airin Keliling Banten
Sementara itu misi keberangkatan haji berjalan hampir satu pekan. Dalam beberapa hari ke depan, calon jemaah haji (CJH) di Madinah diberangkatkan ke Makkah.
Untuk menyambut kedatangan jemaah itu, kemarin (15/5) Kementerian Agama (Kemenag) memberangkatkan petugas haji daerah kerja (daker) Makkah.
Total, ada 573 petugas haji yang masuk kelompok daker Makkah. Mereka bertugas di berbagai bidang.
Mulai layanan transportasi, akomodasi, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, dan lainnya.
Pelepasan petugas haji daker Makkah itu dipimpin langsung oleh Sekjen Kemenag M. Ali Ramdhani. ”Saya ingin mengingatkan sekali lagi trilogi tugas yang harus dilakukan.
Baca Juga: Tak Tinggal Diam, Hotman Paris Ikut Turun Tangan Usut Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon
Yaitu, pelayanan, pembinaan, dan perlindungan jemaah,” katanya.
Dia mengingatkan, seluruh petugas haji harus bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
Khusus untuk pelayanan pembinaan, petugas harus mampu mendampingi jemaah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.
Untuk pelindungan, petugas harus memastikan perlindungan jemaah.
Pejabat yang akrab disapa Dhani itu menegaskan, biaya keberangkatan dan operasional petugas haji dibayar APBN.
Baca Juga: Arief Bikin Pilkada Banten Romantis, Bisa CLBK ke Rano Karno dan WH
Tidak menggunakan dana haji dari setoran jemaah. ”Menggunakan dana terpisah yang disiapkan negara untuk digunakan para petugas,” jelasnya.
Rencananya, operasional perhajian di Makkah berlangsung mulai 21 Mei. Ditandai dengan pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah.
Sementara itu, terdapat laporan gangguan pada penerbangan jemaah haji kloter 5 dari embarkasi Makassar kemarin.
”Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan tersebut telah mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar,” ujarnya.
Seluruh penumpang langsung diarahkan kembali menuju asrama untuk menunggu kesiapan pesawat pengganti.
Baca Juga: Thariq Halilintar Lamar Aaliyah Massaid, Tanggapan Fans : Jangan Bawa-Bawa Fuji Lagi
Pesawat dengan nomor penerbangan GA-1105 itu dioperasikan dengan armada B747-400. Pesawat ini diberangkatkan dari Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 15.30 waktu setempat.
Dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada pukul 21.10 waktu setempat.
Penerbangan itu mengangkut sedikitnya 450 penumpang, yang merupakan rombongan calon jemaah haji asal embarkasi Makassar, serta 18 awak pesawat.
Di bagian lain, sejumlah provinsi terus melepas keberangkatan haji perdananya. Salah satunya, CJH dari Provinsi Kalimantan Timur yang masuk dalam embarkasi Balikpapan.
Pelepasan dipimpin langsung oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab dan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










