Kondisi Terkini Korban Terjangan Angin Puting Beliung Bandung Dan Sumedang

AKURAT BANTEN - Angin puting beliung di sertai hujan deras mengamuk pada Rabu (21/2/2024) pukul 16.00 WIB pada dua Kabupaten yakni Bandung dan Sumedang.
Sementara wilayah kecamatan Cicalengka dan Rancaekek menjadi tempat yang paling terdampak kerusakan ditimbulkan angin puting beliung tersebut.
Wakapolres Bandung AKBP Maruly mengungkapkan pihaknya masih melakukan inventarisir dan penyisiran dampak kerusakan yang di timbulkan atas peristiwa tersebut.
”Saat ini kita dan pemerintah terkait tengah melakukan penyisiran dan menginventaris beberapa lokasi yang terdampak,” ujarnya. Kamis (22/2).
Kabupaten Sumedang menjadi titik awal gerakan angin puting beliung dan berlanjut ke Rancaekek selanjutnya ke kawasan Cicalengka dalam waktu singkat.
Walaupun kejadiannya dalam waktu yang singkat, tapi memiliki daya rusak yang sangat luar biasa seperti hancurnya beberapa rumah dan pohon banyak yang tumbang, hingga saat ini kondisi masyarakat masih trauma di tambah lagi tidak ada listrik.
- Baca Juga: Pilot Helikopter Yang Jatuh di Halmahera Ternyata Warga Cipondoh Tangerang
- Baca Juga: Korupsi Penambangan Timah Ilegal, Kejagung Tetapkan Dirut PT RBT dan Anak Buahnya Sebagai Tersangka
- Baca Juga: DPUPR Banten Minta Pengawalan Kejaksaan untuk Pembangunan Jalan Cikumpay-Ciparay dan Sumur-Taman Jaya
”Memang kejadian itu terjadi dalam waktu yang singkat, tapi sangat memiliki dampak, beberapa rumah juga terdampak. Sekarang kondisinya tidak ada listrik,” ucapnya.
Hingga saat ini terkait korban jiwa, pihaknya masih terus melakukan penelusuran.
”Untuk korban sampai saat ini mencoba menelusuri di dua kecamatan itu belum ada,” ungkapnya.
Namun menurut keterangan Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat meninjau beberapa lokasi yang terdampak angin puting beliung di Wilayah Sumedang dan Kabupaten Bandung pada Rabu (21/2/2024). Sedikitnya 29 orang mengalami luka-luka akibat terjangan puting beliung tersebut.
"Kami tadi meninjau ke lokasi daerah perumahan banyak rumah yang atapnya terbang, tidak ada atap. ada juga rangka baja sebuah rumah dibangun, ikut terbang," ujar Bey usai meninjau beberapa lokasi terdampak.
Peneliti BRIN Dr. Erma Yulihastin mengatakan, pihaknya akan melakukan rekonstruksi dan investigasi badai tornado di Rancaekek.
"Kami tim periset dari BRIN secepatnya akan melakukan rekonstruksi dan investigasi tornado Rancaekek pada hari ini," katanya, dikutip dari akun X miliknya @EYulihastin, Rabu (21/2/2024).
Selanjutnya berdasarkan laporan BMKG Bandung, badai tornado tersebut memiliki daya rusak yang cukup tinggi, seperti merusak bangunan, pohon tumbang, truk terguling dan sepeda motor terjatuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- 4Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong
- 5Gila! Lamine Yamal Lampaui Statistik Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Angkanya Bikin Melongo
- 6Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 7Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 8Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









