Demo Sopir Truk Tambang di Parung Panjang Dikeluhkan Warga, Blokade Jalan dengan Truk

AKURAT BANTEN - Demo puluhan sopir truk tambang di kantor Kecamatan Parung Panjung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikeluhkan warga.
Dalam aksinya, para sopir truk tambang ini membawa serta truk pengangkut hasil tambang yang besar-besar dan memblokade jalan.
Akibatnya, banyak warga tidak bisa melewati jalan depan kecamatan.
Baca Juga: Menarik! Restoran Ini Sajikan Menu Andalan Kuliner Akulturasi Arab dan Indonesia
Dilansir dari Instagram @infojawabarat, aksi demo sopir truk tambang itu terjadi pada Jumat (8/12/2023), sekitar pukul 23.00 WIB.
"Setelah warga masyarakat berdemo, kini para sopir truk tambang juga melakukan aksi demo di depan kantor kecamatan Parung Panjang," katanya, dikutip Akurat Banten, Sabtu (9/12/2023).
Dalam aksi tersebut, mereka menuntut aturan jam operasional truk tambang diubah, karena dinilai memberatkan para sopir.
Dalam video yang beredar luas, tampak puluhan sopir menutup total akses di ruas jalan tersebut yang imbasnya menganggu lalu lintas.
Unggahan ini pun menuai reaksi netizen. Mereka mengecam aksi sopir truk tambang yang dibiaya oleh perusahaan tambang itu.
Seperti dikatakan @iam_groottttttttttt. Menurutnya, warga tidak boleh kalah dengan perusahaan tambang. Apalagi dengan sopir truk tambang yang mencari hidup di lingkungan mereka.
"Warga harus turun tangan nih... Masa kalah sama supir truk cuma sgtu. Yang didahulukan wajib kepentingan orang banyak. Sopir truk kalau gamau ikut aturan, bubarin aja," timpalnya emosional.
Baca Juga: 9 Pilihan Jitu Untuk Liburan Keluarga, Destinasi Wisata Sentul Favoritnya Anak Jakarta!
Sementara @agoenx85 mengatakan, manfaat tambang hanya untuk para pengusaha yang mengeruk hasil bumi, bukan warga sekitar.
"Manfaat dari tambang cuma buat kaya pemilik tambang. Warga nerima debu, jalan rusak, macet dan resiko terlindas," sambungnya.
Lain lagi dengan @brorondm. Dia menyorot lemahnya penegakan hukum dari aparat penegak maupun pemerintah, akibat konflik perusahaan penambang dengan masyarakat di kawasan itu.
"Pemerintah setempat lemah. Aparat penegak hukum setempat lemah. Aku sih lihatnya akan terjadi bentrokan antara warga dan pengusaha," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan




