Cukup Foto dan DM Instagram! Bupati Brebes Siap Pecat Perawat yang Judes ke Pasien BPJS
AKURAT BANTEN– Sebuah peringatan keras yang tidak biasa datang dari kursi pimpinan Kabupaten Brebes.
Bupati Paramitha Widya Kusuma secara terbuka memberikan "senjata" kepada masyarakat untuk langsung mengawasi kinerja tenaga medis di wilayahnya.
Bukan lewat birokrasi yang berbelit, Bupati yang akrab disapa Mitha ini meminta warga untuk menggunakan ponsel mereka sebagai alat kontrol sosial.
Jika menemukan perawat atau dokter yang arogan, judes, atau tidak ramah kepada pasien BPJS, warga diminta cukup melakukan satu hal: Foto dan kirim bukti lewat DM Instagram pribadi sang Bupati.
"Jangan Tambah Sakit Hati Pasien"
Pernyataan tegas ini disampaikan Bupati Mitha saat menghadiri acara khitanan massal di RSUD Soekarno Ketanggungan baru-baru ini.
Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus dilakukan dengan hati, bukan dengan emosi.
"Orang sakit yang datang ke rumah sakit itu sedang berjuang, sedang susah. Tolong, jangan ditambah sakit hatinya karena pelayanan yang judes atau tidak manusiawi," tegas Mitha di hadapan para tenaga kesehatan dan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa fasilitas kesehatan pemerintah, baik RSUD maupun Puskesmas, dibiayai oleh uang rakyat.
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi tenaga medis untuk bersikap diskriminatif atau menunjukkan wajah masam kepada pasien, terutama pengguna BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Klub Sepak Bola di Luar Negeri Milik Orang Indonesia: 7 di Eropa dan 1 di Australia
Instruksi Viral: Jadikan Netizen 'Mata-Mata'
Menyadari bahwa pengawasan internal seringkali tidak cukup, Bupati Brebes ini membuka jalur komunikasi langsung (direct message) di media sosialnya.
Langkah ini dianggap sangat berani dan efektif untuk memotong jalur pelaporan yang lambat.
Beberapa poin perilaku yang menjadi target "laporan DM" warga antara lain:
- Sikap Arogan: Perawat atau dokter yang membentak atau tidak ramah.
- Layanan Judes: Tidak memberikan penjelasan yang baik kepada pasien BPJS.
- Tidak Profesional: Tenaga medis yang kedapatan asyik bermain ponsel (HP) saat jam kerja, sementara antrean pasien menumpuk.
"Foto saja, videokan kalau perlu. Kirim ke DM Instagram saya. Kalau terbukti tidak profesional, saya tidak segan untuk mengambil tindakan tegas hingga pemecatan," ujar Mitha yang disambut riuh tepuk tangan warga.
Baca Juga: Guncang Dunia! RI dan 7 Negara Muslim Bersatu 'Kepung' Israel Terkait Pencaplokan Tepi Barat
Bukan Sekadar Gertakan: Target 6 Bulan untuk Puskesmas
Ketegasan Bupati Mitha tidak berhenti di rumah sakit. Ia juga menyoroti kinerja Puskesmas di seluruh penjuru Brebes.
Ia mewajibkan nakes untuk aktif melakukan program door-to-door atau turun langsung ke rumah warga.
"Saya beri waktu enam bulan. Kepala Puskesmas yang tidak bisa menjalankan program lapangan dan memastikan layanannya ramah, akan saya ganti," tambahnya tanpa ragu.
Langkah Bupati Brebes ini menjadi preseden penting bagi perbaikan layanan publik di Indonesia. Di tengah stigma bahwa "pasien BPJS sering dinomor-duakan,"
keberanian seorang pemimpin daerah untuk berdiri di depan rakyat kecil memberikan harapan baru.
Kini, warga Brebes memiliki kekuatan di ujung jari mereka. Sebuah foto dan satu pesan singkat di Instagram bisa menjadi penentu masa depan pelayanan kesehatan yang lebih bermartabat di Kabupaten Brebes (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 7Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9BGN Intip Sistem Makan Gratis Jepang, Ada Model Central Kitchen untuk MBG
- 10Sekolah Bisa Kasih Bintang untuk SPPG, BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG







