Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Jadi Alarm Serius Pembenahan Sistem Listrik dan Keamanan Pasar Jakarta

Akurat Banten - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan dugaan kuat bahwa kebakaran yang melanda Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dipicu oleh gangguan instalasi listrik berupa arus pendek atau korsleting.
Penilaian tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung lokasi kejadian dan melihat pola kebakaran yang menurutnya memiliki ciri khas masalah kelistrikan yang kerap terjadi di kawasan pasar tradisional.
Peristiwa ini, kata dia, harus menjadi pelajaran penting bagi pengelola pasar daerah agar kejadian serupa tidak terus berulang di lokasi lain yang memiliki tingkat aktivitas dan kepadatan tinggi.
Pramono secara khusus menyoroti peran Perumda Pasar Jaya sebagai pengelola pasar untuk mengambil langkah pencegahan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak boleh berhenti pada penanganan pascakebakaran, melainkan harus dimulai dari perbaikan infrastruktur dasar seperti instalasi listrik dan sistem pengamanan.
“Jadi, kalau lihat peristiwa yang seperti ini, pasti karena korsleting. Jadi, yang seperti itulah yang ke depannya harus dilakukan pencegahan oleh Pasar Jaya,” kata Pramono.
Ia menegaskan bahwa pasar sebagai pusat distribusi pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak boleh dibiarkan berada dalam kondisi rawan bencana.
Baca Juga: Emas Catur Putri SEA Games 2025 Jadi Bukti Mental Baja Indonesia di Panggung Asia Tenggara
Selain soal kelistrikan, Pramono juga menyinggung pentingnya kesiapan sarana pemadam kebakaran di dalam area pasar.
Gubernur mengaku telah menerima laporan mengenai rencana Pasar Jaya untuk menambah jumlah hydrant di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati.
Penambahan fasilitas tersebut dinilai krusial untuk mempercepat respons awal ketika api mulai muncul sebelum membesar dan sulit dikendalikan.
Di sisi lain, manajemen Pasar Jaya sebelumnya telah membeberkan dampak kebakaran yang cukup besar terhadap aktivitas perdagangan.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menyatakan bahwa sebanyak 350 kios dilaporkan hangus terbakar akibat peristiwa tersebut.
Ratusan kios yang terdampak berada di area los buah blok C2, salah satu zona dengan aktivitas bongkar muat yang cukup padat setiap pagi.
Agus menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 07.15 WIB saat aktivitas pasar mulai meningkat.
Api dengan cepat membesar dan merambat ke kios-kios di sekitarnya karena banyaknya material mudah terbakar di area los buah.
Situasi tersebut sempat memicu kepanikan di kalangan pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangan dan menjauh dari titik api.
Beberapa pedagang terlihat berhamburan keluar area pasar sambil membawa barang seadanya demi menghindari risiko lebih besar.
Meski demikian, proses penanganan berjalan relatif cepat berkat respons sigap petugas pemadam kebakaran.
Sistem pengamanan internal pasar juga disebut turut berperan dalam menghambat penyebaran api ke blok lainnya.
Dalam waktu kurang dari satu jam, kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area pasar yang lebih besar.
Sebanyak 95 personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur dikerahkan ke lokasi kejadian.
Petugas bekerja dengan membagi beberapa sektor pemadaman untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan titik panas.
Proses pendinginan dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api dari sisa material yang masih membara.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pasar tradisional.
Baca Juga: BRIN Turunkan Teknologi Canggih Pascabencana Sumatera, Drone Pendeteksi Jenazah Ikut Dikerahkan
Evaluasi tersebut mencakup kondisi instalasi listrik, ketersediaan alat pemadam, hingga sistem mitigasi kebakaran.
Pramono menilai pembenahan pasar tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan ribuan orang yang beraktivitas setiap hari.
Ia berharap kejadian di Pasar Induk Kramat Jati menjadi momentum untuk mempercepat reformasi pengelolaan pasar di Jakarta.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, pemerintah optimistis risiko kebakaran di pasar-pasar ibu kota dapat ditekan secara signifikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Terungkap di Sidang MK, Bawaslu Sempat Terkendala Akses Data Pendidikan Gibran
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik









