Banten

Operasional Industri di Sumatera Tetap Jalan Meski Bencana Melanda

Moehamad Dheny Permana | 5 Desember 2025, 12:57 WIB
Operasional Industri di Sumatera Tetap Jalan Meski Bencana Melanda

Akurat Banten - Situasi bencana di sejumlah wilayah Sumatera tidak sepenuhnya menghentikan roda industri meski hujan lebat dan banjir masih menyisakan dampak di beberapa daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa laporan awal yang diterima pihaknya menunjukkan kawasan industri di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap aman dari kerusakan besar dan masih bisa menjalankan aktivitas produksi.

“Untuk kawasan industri secara umum tidak ada masalah, gangguan-gangguan tidak terlalu banyak, alhamdulillah,” ujar Agus.

Ia menyebut sebagian hambatan justru muncul di pabrik-pabrik yang berdiri di luar kawasan industri karena terputusnya akses dan terganggunya pasokan utilitas, terutama air bersih dan listrik.

Pemerintah, kata Agus, tengah mempercepat upaya pemulihan sarana pendukung agar kegiatan industri dan aktivitas warga dapat kembali normal dalam waktu dekat.

Baca Juga: Gelombang Diskon Akhir Tahun Diprediksi Dongkrak Belanja Publik, Mendag Optimistis Target Tercapai

Saat ini tercatat 173 kawasan industri tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan operasionalnya tetap stabil selama masa darurat.

Selain memantau kesiapan sektor industri, Kementerian Perindustrian juga mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut diberangkatkan dari Jakarta sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.

Pengiriman bantuan mencakup paket sembako, air minum, pakaian layak pakai, perlengkapan kebersihan, hingga berbagai kebutuhan logistik untuk menunjang kehidupan warga sehari-hari selama masa darurat.

Tak hanya itu, Kemenperin juga menghimpun bantuan uang tunai yang berasal dari gotong royong para pejabat dan pegawai sebagai wujud solidaritas internal.

Donasi tersebut telah terkumpul menjadi satu truk penuh berisi bantuan barang serta dana tunai yang selanjutnya akan disalurkan melalui satuan kerja Kemenperin di daerah-daerah terdampak.

Bantuan itu nantinya digunakan untuk mendukung dapur umum dan kebutuhan mendesak yang diperlukan warga di lokasi bencana.

Agus juga memberikan apresiasi kepada pelaku industri yang ikut membantu melalui berbagai bentuk kontribusi seperti pengiriman logistik, bantuan barang, hingga sumbangan uang tunai.

Baca Juga: Ekspor RI Diyakini Tetap Tancap Gas di 2025 Meski Bayang-Bayang Tarif Trump Menguat

“Banyak bantuan dari perusahaan manufaktur yang sudah disalurkan, baik melalui Kemenperin maupun lembaga lain, yang terpenting adalah adanya panggilan kepedulian untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” tuturnya.

Salah satu bentuk dukungan yang dikirimkan adalah Ammdes penyulingan air, kendaraan multifungsi berbasis teknologi manufaktur nasional yang mampu menyediakan air bersih untuk warga di wilayah yang pasokan airnya terputus akibat banjir.

Kehadiran Ammdes ini diharapkan dapat memberikan solusi cepat bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Dengan berbagai langkah penanganan yang dilakukan, pemerintah menegaskan tetap berupaya menjaga kestabilan kegiatan industri di tengah situasi darurat sekaligus memastikan kebutuhan warga di daerah terdampak terpenuhi.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, pegawai, dan para pelaku industri menjadi harapan agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan dampak bencana dapat diminimalkan.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.